Diklat Budi Daya Jangkrik Gelombang II Gema Angkasa dan BPO DIY

Dlingo : Pada tanggal 28 - 30 November 2016 merupakan acara terakhir yang dilaksanakan oleh Gema Angkasa yaitu berupa memberikan pelatihan kepada 60 peserta yang berasal dari seluruh kabupaten yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta. Pelatihan ini berupa pendampingan dan pelatihan budidaya jangkrik kepada calon-calon peminat pembudidaya jangkrik yang telah dijaring oleh Balai Pemuda dan Olah raga DIY secara online. syarat mengikuti pelatihan ini adalah peserta harus memiliki KTP DIY dan mendaftarkan secara on line pada website BPO DIY.

Sebagai narasumber kegiatan tersebut adalah Ketua Gema Angkasa Kak Purwoko yang secara singkat memberikan materi tentang dasar-dasar pergerakan organisasi serta menyampaikan latar belakang Gema Angkasa sehingga sampai saat ini memiliki usaha-usaha produktif dan variatif.

sementara itu khusus untuk teknis budidaya jangkrik disampaikan oleh kak Ivano martin sebagai pelaku langsung divisi usaha rumah jangkrik Gema Angkasa. dalam kesempatan ini kak ivano martin menyampaikan berbagai hal teknis tentang proses peneluran, pembesaran, panen dan pemasaran jangkrik. sedangkan khusus untuk teknis pembuatan media dan box jangkrik disampikan oleh kak Yudha nugraha.

Hasil dari pelatihan ini adalah berupa kemampuan personil didalam mengawali usaha budidaya jangkrik. diharapkan alumni peserta pelatihan ini tetap kompak dan bersatu sehingga mampu membuat komunitas dan mengambil alih pasar jangkrik jogja yang didominasi oleh pedagang dari jawa timur.

Peringatan hari tanam Nasional Gema Angkasa

Dlingo : Betapa pohon mengajarkan berbagai hal dalam diri manusia, sehingga bertepatan dengan Hari tanam pohon nasional pada 28 November 2016 Gema Angkasa bekerja sama dengan Pemerintah Desa Girisekar Kecamatan Panggang, Kabupaten Gunungkidul Yogyakarta dan Lintas Batas Yogyakarta berusaha untuk perduli terhadap kelestarian kawasan Karst di Gunungkidul. Dengan mengambil tema "Bhakti Wana #3 Tahun 2016 kegiatan tersebut dihadiri oleh Bapak Camat Panggang, Bapak kapolsek Panggang dan Bapak Lurah Desa Girisekar serta bapak Dukuh Bali, Dukuh Waru dan Dukuh Belimbing.
Kegiatan ini diikuti oleh lebih dari 500 peserta dari 3 padukuhan tersebut, dan melibatkan panitia gabungan sebanyak 85 personil. dalam kegiatan ini ditanam sebanyak 1000 bibit bambu yang ditanam pada lokasi telaga-telaga yang berada di Dusun Bali, Dusun Waru dan Dusun Belimbing secara bertahap.
Sobat mari refleksikan hari tanam pohon nsional ini sebagai langkah awal bagi kita semua untuk terus melestarikan Indonesia Hijau. seperti kata iklan susu “Tumbuh itu ke atas, jangan ke samping”, kalimat slogan dari salah satu iklan susu tersebut ternyata mengandung arti dan makna yang sangat penting dalam kehidupan. Layaknya para tumbuhan yang memang tumbuhnya ke atas, bukan kesamping (tumbuhan yang merambat dapat dikategorikan ke dalam tumbuhan yang tumbuhnya ke atas dan memanjang).

Hidup itu juga selayaknya mencontoh dari filosofi tumbuhnya para tumbuhan. Tumbuh ke atas berarti kita harus terus berusaha untuk meraih mimpi, impian dan cita-cita setinggi mungkin. Setiap hari kita tumbuh dan terus berkembang untuk menjalani hidup dan meraih tujuan. Jangan tumbuh ke samping, berarti kita jangan memiliki terlalu banyak keinginan, mau ke sana, mau ke sini, mau dapat yang ini, mau dapat yang itu, yang akhirnya dapat menghadirkan ketidakseimbangan antara tujuan hidup dan ambisi. 
 Tanaman membutuhkan air, sinar matahari, mineral atau pupuk sebagai faktor utama dalam perkembangbiakannya dan pertumbuhannya. Begitu juga hidup yang membutuhkan spirit fisik dan batin, support dan berbagai bentuk semangat, cinta dan kasih sayang antar sesama. Jika terlalu berlebihan air maka tanaman akan dapat menjadi membusuk, jika terlalu banyak sinar matahari maka tanaman akan kekeringan, jika terlalu banyak mineral atau pupuk maka tanaman akan overdosis.


Hidup pun seperti itu, kita memerlukan keseimbangan dan berusaha agar keseimbangan tercipta. Terlalu banyak spirit, support atau cinta juga dapat menyebabkan hidup menjadi mengerikan. Menjadi fanatik atas segala hal yang berkaitan dengan pola hidup yang dianut. Kekurangan spirit fisik dan batin juga berbahaya, seperti kehilangan nyawa yang sangat berharga. Kekurangan support dan semangat seperti hidup dalam dunia kematian, tidak memiliki rasa bangga dengan dirinya sama sekali. Kekurangan cinta dan kasih sayang juga merupakan salah satu hal terburuk di dunia, menjadi pribadi yang kaku dan egois, dingin dan juga hampa akan makna hidupnya.

Teruslah tumbuh dan berkembang seperti tanaman yang engkau tanam. Air yang membasahi akarnya, sinar matahari yang diserap dengan sempurna, dan mineral yang disimpan dan diolah untuk memperpanjang masa hidupnya. Menghasilkan tunas baru, berbunga, hingga berbuah dan mendatangkan rezeki bagi makhluk hidup yang lainnya.

Maka, kita pun jangan pernah kalah dan menyerah bila dibandingkan dengan perjuangan sebuah tanaman. Kita mampu untuk menghasilkan ide-ide cemerlang dan brilliant setiap hari, kita mampu bekerja dan menghasilkan karya yang sangat bermanfaat, kita mampu membuat berbagai macam usaha yang bisa membantu orang lain dalam menaikkan taraf hidupnya, dan lain sebagainya.

Tanaman yang telah tumbuh dan menghasilkan manfaat juga akan mengalami masa-masa suramnya dalam menghadapi berbagai masalah. Datangnya hama di bagian akar, batang, daun, bunga dan buahnya. Hama itu akan semakin menghancurkan tanaman sedikit demi sedikit hingga membuatnya mati, namun manusia sebagai makhluk yang berakal dapat membantunya untuk mengalahkan permasalahan itu. Saling tolong menolong antara makhluk hidup.

Kita mendapatan manfaat dari apa yang dihasilkan tanaman itu, keteduhannya, penyerapan CO2-nya, daunnya, batangnya hingga buahnya. Maka sudah seharusnya kita juga memberikan bantuan sebagai rasa terima kasih atas berbagai manfaatnya kepada kita. Begitu juga kita, para manusia, sudah seharusnya kita rukun antar sesama kita. Saling tolong menolong, tak perduli apakah dia terlihat berbeda fisik, pemikiran, karakter, yang menyatukan hanya satu, karena kita sama-sama makhluk Tuhan. Belajarlah terus member tanpa pamrih karena jika dia tidak mampu untuk membalasnya, maka pasti aka nada orang lain yang berbuat kebaikan yang sama kepada kita, jikapun juga tidak ada maka pasti Tuhan menyiapkan pahala yang indah atas rasa ikhlas kita.

Setiap yang hidup pasti akan mengalami kematian. Setiap apa yang ada pasti akan tiada. Setiap yang bernyawa pasti akan kembali kepada pemberi nyawa jua. Tanaman yang pada awalnya hanya berupa tunas, berkembang menjadi pohon yang menghasilkan karya, hingga kemudian akan mengalami masa penuaan dan masa pennon-aktif-an sebagai tanaman, sebagai bagian dari makhluk hidup. Semuanya memiliki masanya sendiri-sendiri.

Begitu juga kita, pasti suatu saat yang meskipun tiada seorang pun yang dapat mengetahui kapan dan dimana nyawanya akan diambil oleh Tuhan Yang Maha Kuasa. Maka, sebelum malaikat maut mendatangi dan akan menjemput, sudah selayaknyalah kita mempersiapkan segala bekal amal atas perbuatan selama kita hidup. Sudah sepantasnyalah kita memanfaatkan anugerah berupa akal pikiran yang dapat menghasilkan berbagai karya yang bermanfaat bagi makhluk hidup lainnya. Sudah sewajarnyalah kita meninggalkan harta warisan berupa ilmu dan amalan yang tetap akan abadi dipergunakan oleh orang lain.

Tanaman yang telah mati, apakah terlihat tidak berguna lagi? Tentu saja masih berguna. Jika tanaman itu memiliki ranting dan batang yang besar dan kokoh, maka dapat digunakan sebagai kayu bakar. Jika tanaman itu hanya tanaman merambat dan terlihat tidak kokoh, maka dedaunnya masih dapat digunakan sebagai bahan pupuk. Begitulah amalan kita sebagai manusia, pasti akan berguna juga bagi orang lain. Meskipun kita telah tiada, orang lain masih dapat mengambil dan mempergunakan manfaat dari ilmu dan amalan yang telah kita berikan sebelumnya.

Tanaman dan manusia, sama-sama makhluk Tuhan, sama-sama diberi kehidupan, sama-sama memiliki masa dan durasi untuk menikmati kehidupan, sama-sama memiliki misi, visi dan tujuan hidup, sama-sama membawa berkah, anugerah dan rezeki lewat caranya masing-masing, bahkan sama-sama memiliki amal dan manfaat bagi makhluk hidup yang lain.

Maka, tetaplah tumbuh dan berkembang sampai batas waktu yang telah ditentukan, sampai titik pengorbanan dan pengusahaan terakhir, sampai orang lain dapat mengecap manfaat dari kehadiran kita di muka bumi ini. Tetap bersemangatlah menjalani hidup, seberat apapun masalah demi masalah yang dihadapi.
Narasi from Kompasiana.com

The Last Tree In Indonesia On Dlingo

Alam adalah nyawa kita, lingkungan adalah tubuh kita, jagad raya adalah jiwa dan raga kita. tak henti-hentinya kita lupa bahwa masa lampau mewariskan kepada kita sebuah kepulauan yang terdiri atas pulau-pulau itu. sebuah bangsa yang memanjang dari sabang sampai merauke. semua ini akan musnah pada saatnya jika kita bertahan pada kelupaan kita yang semakin permanen oleh fondasi dan bata-bata ekonomi yang terus menghimpit. akan semakin permanen oleh kerakusan kekuasaan atas politik dan budaya lupa ini.

Mari semai bibit-bibit kehidupan ini, dengan menebar hijau disetiap sudut rumah kita. Kehidupan baru tumbuh dan menyelamatkan kita dari kangker yang bernama "LUPA"....

video

Rayakan hari Pohon Gema Angkasa

Dlingo : Salah satu program kerja rutin yang dilakukan oleh Gema Angkasa adalah penenaman dan pendataan pohon. bertepatan dengan Hari Pohon yang jatuh pada tanggal 21 November 2016 Gema Angkasa menginisiasi kegiatan sederhana berupa pembagian Bibit Pohon kepada masyarakat RT.05, Dusun Pokoh II, Desa Dlingo, Kecamatan Dlingo.


Kegiatan Tersebut dilakukan agar masyarakat memiliki kesadaran untuk menanam dan merawat pohon, hal ini penting karena Masyarakat dlingo mayoritas adalah pengerajin industri meubeler terbesar di Kabupaten bantul. Maraknya industri meubeler yang berlangsung sejak tahun 80-an dan penebangan kayu untuk memenuhi bahan meubeler dirasakn mulai berdampak akhir-akhir ini. Kayu-kayu besar seperti sono keling, jati, munggur, Akasia, dan sengon merupakan target para pelaku usaha ini.

dengan demikian perlu dilakukan perubahan pola penanaman pohon, dimulai dari yang sederhana dan sebagai contoh adalah pembagian bibit durian yang kami lakukan. pembagian bibit ini untuk memancing masyarakat bahwa untuk mendapatkan dampak ekonomis dari pohon tidak harus dengan menebang pohonnya. namun dengan menanam pohon buah diharapkan pada jangka panjang permasalahn ekonomi masyarakat dapat terbantu tanpa harus merusak ekosistim alam yang ada di kecamatan Dlingo.