Pelatihan Online Marketing

Dlingo : 11-14 Juli 2017: Empat personil Gema Angkasa mengikuti pelatihan online marketing untuk mendukung usaha-usaha mandiri Gema Angkasa. hasil dari pelatihan ini diharapkan mampu mengupdate pola pemasaran yang selama ini ada di dalam semua usaha-usaha Gema Angkasa. berikut adalah berita dari laman http://www.bpo-diy.or.id

Diberitahukan bahwa Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta melalui Balai Pemuda dan Olaharaga (BPO) akan menyelenggarakan Pelatihan Ketrampilan Bagi Pemuda dengan bidang " Pemasaran Online", Adapun pelaksanaan kegiatan akan diselenggarakan pada : 

Hari       :Senin - Jumat   
Tanggal :10 - 14 Juli 2017
Tempat :Kampus AMikom Yogyakarta Jalan Ringroad Utara, Condong catur, Depok, Sleman

Persyaratan Peserta Pelatihan Keterampilan Pemasaran Online:
1. Pria/ Wanita usia 16 sd 30 Tahun (per 14 Juli 2017);
2. Menyerahkan FC KTP bagi penduduk DIY
3. Peserta belum pernah mengikuti pelatihan yang serupa;
4. Mengisi Biodata Peserta (dapat didownload);
5. Berpakaian kemeja, rapi dan bersepatu ;
6. Membawa pas foto berwarna 3x4 sebanyak 2 lembar.

Tahap-tahap Pendaftaran :
1) 5 Juli 2017 :Pendaftaran online di web bpo-diy.or.id mulai sd 6 juli 2017 pukul 24.00 WIB
2) 7 Juli 2017 :Pengumuman hasil seleksi pukul 20.00 wib
3) 7 Juli 2017 :Pengumpulan Berkas Biodata peserta
 Semua tahapan pendaftaran harus dilakukan sesuai dengan ketentuan, Hasil seleksi berdasarkan mini psikotest dan pengumpulan berkas.  Hasil seleksi tidak bisa diganggu gugat. Pengumpulan berkas Persyaratan dilayani hari Jumat, 7 Juli 2017 pukul 09.00 - 12.00 wib  Bertempat di Balai Pemuda dan Olahraga, nDalem Ngadiwinatan Suryoputran KT II/23  Alun-alun Selatan, Yogyakarta.


Gema Angkasa Berbagi Ramadhan 2017

Dlingo : 09 Juni 2017 : Sebegaimana rutinitas tahun-tahun sebelumnya Gema Angkasa Setiap bulan ramadhan selalu mengadakan kegiatan bebagi kepada masyarakat kecamatan Dlingo. Segmentasi pemilihan calon penerima manfaat dari usaha-usaha gema angkasa ini difokuskan pada simbah-simbah yang hidup sebatangkara yang ada di Dlingo dan keluarga tidak mampu lainnya.
 Gema Angkasa Ramadhan Berbagi 1 diberikan kepada : Mbah Arjo. Alamat: Sukorame, mangunan. Seorang janda yg hidup sndiri menghuni rumah kecil dg pnerangan lampu ublik berada di pinggiran hutan pinus. Beliau mmpunyai anak tapi berada di sumatra, dan mbah arjo singgah di rumah ini sendiri sdh 12 th dg pkerjaan sehari hari mngembala 3 ekor kambing.
Gema Angkasa Ramadhan berbagi 2 : Mbah wajiem, sakit katarak sdh 4 tahun ; sekarang tinggal dirumah tetangga, bernama pak yatin sudah 2 tahun alamat; Koripan 1 RT 04, desa dlingo, kec.dlingo; Mbah wajiem sebatangkara pernah kerja ikut orang gak di gaji dan di pulangkan.

Gema Angkasa Berbagi Ramadhan 3 : Mbah Menik usia 75 tahun, hidup sebatang kara, tidak punya suami tdak punya anak....Dusun Kebokuning, Desa Terong, Kec.Dlingo bersama bp.dukuh kebokuning.
Gema Angkasa Berbagi Ramadhan 4 : Mbah Amat ; tinggal disebuah rumah kecil sendiri, Rt.10, Dusun Karangasem, Desa Muntuk, Kc.Dlingo umur 90 tahun.
 
Gema Angkasa Berbagi Ramadhan 5 : Mbah Masirah ; dalam segala keterbatasan hidup sendirian, berusia 77 tahun Dan hanya bergantung pada tetangga yang ikhlas memberi kbutuhan sehari hari; RT.05 dusun Kebosungu 2, Desa Dlingo, Kab. Bantul.
Gema Angkasa Berbagi Ramadhan 6 : Mbah Mujirah: usia kurang lebih 72th pkerjaan cari pakan ternak buat tetangga. Alamat Dusun Tekik, Desa Temuwuh, Kc.Dlingo, Kab.Bantul. memiliki Anak dg keterbelakangan mental sejak lahir.
Gema Angkasa Berbagi Ramadhan 7 : Mbah Mari ; RT.10, Dusun Loputih, Desa Jatimulyo, kec.Dlingo, usia kurang lebih 80 th.
Gema Angkasa Berbagi Ramadhan 8 : Mbah Ngatikem; usia kurang lebih 110 th, tuna wicara sejak lahir, mulai menderita lumpuh 2 tahun terahir : RT.05, Dusun Salam, Desa Temuwuh, Kec.Dlingo, Bantul.
Gema Angkasa Berbagi Ramadhan 9 : Ibu Ngatini : RT.02, Dusun Semuten, Desa Jatimulyo, Kec. Dlingo, Bantul, hidup berdua dengan 1 orang anak, dibayar atau tanpa bayaran sekalipun selalu membantu bercocok tanam Dan membantu tetangga.
Gema Angkasa Ramadhan Berbagi 10 : Keluarga Mbah Wagirin; 6 tahun menderita sakit jantung, istri menjadi tulang punggung keluarga ; RT.08, Dusun loputih, Desa Jatimulyo, Kec.Dlingo.

Gema Angkasa Juara 2 Lomba Filem Pendek Dinas Pariwisata Bantul

Dlingo : 17 Mei 2017 : berikut adalah berita yang bersumber dari http://disbudpar.bantulkab.go.id Dalam rangka meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengembangan pariwisata khususnya promosi obyek dan desa wisata, Dinas Pariwisata menyelenggarakan Lomba Pembuatan Film Pendek untuk pemula tahun 2017. Tema lomba film pendek pada kesempatan ini adalah “Obyek Wisata & Desa Wisata Kabupaten Bantul”.

Menurut kepala bidang pemasaran Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul, ibu Ni Nyoman Yudiriani, SET , lomba film pendek ini diawali dengan workshop yang dilaksanakan pada tanggal 13 Mei 2017 di Hotel Ros In. Sedangkan pelaksanaan lomba pada tanggal 14 Mei 2017. Masih menurut Bu Nyoman, lomba ini diikuti oleh pelajar dan umum dengan kategori film pendek obyek wisata dan desa wisata dengan total hadiah Rp. 50.000.000,- serta trophy dan sertifikat. Dewan juri yang ditunjuk untuk lomba dari kalangan akademisi, praktisi, asosiasi dan pemerintah.

Grand Final dilaksanakan pada hari Selasa, 16 Mei 2017 pukul 19.00 wib di Jogja Expo Center Jl. Raya Janti, Banguntapan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Daftar nama juara sebagai berikut :

1. Kategori Desa Wisata untuk umum
Juara I : Saecho Project
Juara II : Gema Angkasa
Juara III : Trikade Production
Juara Harapan I : Starmax Film
Juara Harapan II : Gondie
Juara Harapan III : Sumeh Semeleh
Nominator I : Baraya
Nominator II : Rawaton
Juara Favorit : Trikade Production

Adapun video dapat dilihat pada link berikut ini :

 

Tanam Pohon Ke Girisekar Kecamatan Panggang Kabupaten Gunungkidul

Dlingo : 09 Mei 2017 : kegiatan ini merupakan kegiatan lanjutan yang sudah kami laksanakan bersama antara pemerintah Desa Girisekar Kec. panggang pada tahun 2016. kali ini kami melakukan droping bibit pada komunitas Mijil wengi untuk ditanam bersama-sama oleh masyarakat desa girisekar. berikut adalah info berita dari Sorotgunungkidul.co/gunungkidul.sorot.co.
 
Mengembangkan potensi sebuah desa dapat dilakukan dengan berbagai cara sebagai bentuk kerja nyata bagi masyarakat. Sebab pada dasarnya tidak semua program pemerintah dapat dilaksanakan demi memenuhi kebutuhan masyarakatnya tanpa adanya partisipasi semua pihak.

Seperti halnya yang dilakukan oleh beberapa orang yang mengatasnamakan dirinya Komunitas Malem Setu (KMS) Mijil Wengi di Desa Girisekar, Kecamatan Panggang.

Dengan beranggotakan sekitar 20 orang dari berbagai latar belakang profesi, usia, gender hingga kepercayaan, KMS Mijil Wengi hadir untuk menjadi jembatan yang menghubungkan dengan berbagai pihak termasuk membantu program pemerintah. Meskipun begitu, komunitas ini secara tegas independen dan tidak berafiliasi dengan kepentingan partai politik manapun.
Awal berdirinya komunitas ini pada akhir tahun 2016 silam dan terinspirasi dari kegiatan komunitas Lintas Batas Yogyakarta Gema Angkasa di Dlingo Bantul, sehingga kita memutuskan membentuk Komunitas Malam Setu Mijil Wengi karena sering kumpul pada malam Sabtu. sekarang tempat kumpulnya di warung kopi Kandang Sapi milik Pak Bowo,” papar Suradiyanto, salah satu pemrakarsa komunitas, Jumat malam (05/5/2017).

Sedangkan menurut salah satu anggota lainnya, Sudaryanto, kegiatan yang sudah dilaksanakan KMS Mijil Wengi adalah penentuan Hari Jadi Desa Girisekar dari para tokoh-tokoh masyarakat untuk menelusuri sejarah. Disamping itu juga yang kini sedang dalam proses adalah penanaman pohon pepaya California dengan memanfaatkan lahan pekarangan warga sebagai tambahan ekonomi.
Kita mencoba merubah pola pikir cara bertani masyarakat dengan pepaya sebagai jembatan untuk menuju ke program lainnya,” kata Sudaryanto.

Selain untuk bermitra dengan berbagai pihak manapun, KMS Mijil Wengi juga mendorong partisipasi Karang Taruna Desa Girisekar yang eksistensinya naik turun. Motivasi tersebut dimaksud sebagai bentuk kerjasama yang sinergis dalam membangun masyarakat desa Girisekar yang lebih partisipatif, khususnya generasi muda.

Tujuan kerjasama dengan Karang Taruna sendiri adalah untuk membangun regenerasi komunitas dengan melibatkan partisipasi kaum muda. Meskipun yang ikut komunitas tersebut harus dibatasi umur minimal 17 tahun dengan pertimbangan agar tidak mengganggu jam belajar bagi yang masih bersekolah.

Menjadi anggota komunitas tersebut tentu harus memiliki kesadaran dan kesukarelaan, karena dalam KMS Mijil Wengi sendiri tidak ada struktur formal yang justru mengekang partisipasi anggotanya.
Ikut anggota komunitas ini juga memiliki tantangan tersendiri dalam lingkungan keluarga. Jadi kadang saya harus bisa meyakinkan istri saya terkait komunitas sebagai tujuan yang positif agar tidak ada kekhawatiran. Karena kita kalau kumpul kan setiap malam Sabtu dan kadang-kadang sampai pagi,” tambah Hendi Prihantono, anggota KMS Mijil Wengi.