Tampilkan postingan dengan label Prestasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Prestasi. Tampilkan semua postingan

Filem "Gunungkidul Back Packer Zone" Karya Gema Angkasa Juara 1 Di Kabupaten Gunungkidul

Dlingo : Dalam rangka mengenalkan sekaligus upaya promosi wisata, Dinas Pariwisata Gunungkidul menyelenggarakan lomba video pendek dan foto bagi pelajar dengan total hadiah mencapai Rp. 20-an juta. Disampaikan Kasi Promosi Dinas Pariwisata Gunungkidul, Sumardamto, lomba video dan foto berlangsung selama satu hari dalam waktu bersamaan yakni pada tanggal 10 September 2017 mendatang. “Kedua lomba bertema Pesona Gunung Sewu Geopark Gunungkidul,” . Pihaknya menginformasikan, peserta wajib mendaftarkan diri dengan mengisi  formulir yang telah disediakan panitia di www.infowisatagunungkidul.com dan http://bit.ly/daftaronlinelombadispargk sebelum tanggal 08 september 2017.

Dalam kesempatan tersebut Gema Angkasa berpartisipasi dan memilih lokasi Desa Girisekar Kecamatan Panggang Kabupaten Gunungkidul sebagai lokasi pembuatan filem tersebut. perangkat pengambilan video mempergunakan smart phone dan proses edit dibatasi waktu sesuai ketentuan panitia. berkat dukungan semua pihak konsep filem berjudul "Gunungkidul Back packer Zone" berhasil menjadi Juara 1.

 Gunungkidul Back Packer Zone

Dua Filem Gema Angkasa Menjadi Juara

Dewasa ini media sosial begitu mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap kehidupan bangsa, bahkan bisa dibilang media sosial sudah menjadi trend center bisa positif dan juga negatif. KNPI DIY sebagai bagian dari wadah perkaderan para penerus bangsa ingin mempersembahkan suatu kegiatan yang mampu melahirkan karya positif yg konten-konten media sosial secara poitif. upaya DPD KNPI DIY adalah menyelenggarakan Festival Film Pendek (FFP) dengan tema “Nilai-nilai Kebhinekaan Indonesia dan Keistimewaan Yogyakarta”.

Kenapa film pendek? Film merupakan karya seni yang banyak diminati masyarakat lintas usia, juga sebagai alat untuk menyampaikan berbagai pesan kepada khalayak melalui media cerita. Film pendek dipilih karena biaya produksi yang rendah, durasi yang singkat, dan dapat dibuat oleh tim kecil. Diseminasi film pendek juga dapat dilakukan melalui berbagai media elektronik dan media sosial seperti Instagram dan YouTube.

FFP ini mengangkat tema “Nilai-nilai Kebhinekaan dan Keistimewaan Yogyakarta” dengan tujuan peserta dapat menyajikan bagaimana pemuda mampu berbhineka tunggal ika sebagai wujud persatuan Indonesia yang mana kita ketahui, ahir-ahir ini banyak konten-konten di media sosial yang memicu perpecahan bangsa. Selain itu peserta juga diharapkan mampu mengeksplorasi apa itu keistimewaan Yogyakarta. Pemuda bisa menjadi kreator konten positif dan mengkampanyekannya secara massif.
 
Dalam acara tersebut Gema Angkasa Dlingo mengirimkan dua filem dengan melibatkan warga masyarakat berusia lanjut usia dan anak-anak. dan akhirnya dua filem Gema Angkasa mendapatkan Juara 1 dan Juara Harapan 1.

Gema Angkasa Juara 2 Lomba Filem Pendek Dinas Pariwisata Bantul

Dlingo : 17 Mei 2017 : berikut adalah berita yang bersumber dari http://disbudpar.bantulkab.go.id Dalam rangka meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengembangan pariwisata khususnya promosi obyek dan desa wisata, Dinas Pariwisata menyelenggarakan Lomba Pembuatan Film Pendek untuk pemula tahun 2017. Tema lomba film pendek pada kesempatan ini adalah “Obyek Wisata & Desa Wisata Kabupaten Bantul”.

Menurut kepala bidang pemasaran Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul, ibu Ni Nyoman Yudiriani, SET , lomba film pendek ini diawali dengan workshop yang dilaksanakan pada tanggal 13 Mei 2017 di Hotel Ros In. Sedangkan pelaksanaan lomba pada tanggal 14 Mei 2017. Masih menurut Bu Nyoman, lomba ini diikuti oleh pelajar dan umum dengan kategori film pendek obyek wisata dan desa wisata dengan total hadiah Rp. 50.000.000,- serta trophy dan sertifikat. Dewan juri yang ditunjuk untuk lomba dari kalangan akademisi, praktisi, asosiasi dan pemerintah.

Grand Final dilaksanakan pada hari Selasa, 16 Mei 2017 pukul 19.00 wib di Jogja Expo Center Jl. Raya Janti, Banguntapan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Daftar nama juara sebagai berikut :

1. Kategori Desa Wisata untuk umum
Juara I : Saecho Project
Juara II : Gema Angkasa
Juara III : Trikade Production
Juara Harapan I : Starmax Film
Juara Harapan II : Gondie
Juara Harapan III : Sumeh Semeleh
Nominator I : Baraya
Nominator II : Rawaton
Juara Favorit : Trikade Production

Adapun video dapat dilihat pada link berikut ini :

 

Pembuatan Profil Inovasi Pelayanan Publik

Dlingo : 22 April 2017 : Tim Kreatif Gema Angkasa berkesempatan untuk membantu Pemerintah Kabupaten Gunungkidul dalam pembuatan Video Profil Inovasi Pelayanan Publik untuk lomba SINOVIK di Pemerintah Pusat jakarta. dalam kegiatan ini melibatkan Bagian Organisasi Setda Pemerintah Daerah kabupaten Gunungkidul, Pemerintah Kecamatan Gedangsari Kabupaten Gunungkidul dan Puskesmas 2 Kecamatan Gedangsari. Kepercayaan ini merupakan hasil dari kerja sama sebelumnya yang telah kami lakukan bersama-sama dengan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul. Dalam pembuatannya melibatkan Dokter Mahyun sebagai inovator , Kepala KUA kecamatan Gedangsari sebagai penemu lagu AYUNDA SI MENIK, dan Bupati Gunungkidul. Berikut adalah video hasil kreatifitas tim kreatif gema angkasa :
 

Kunjungan Karang Taruna DIPAN Wates Kulon Progo


Dlingo : 2 April 2017 : Karang Taruna DIPAN Wates Kulon Progo bersilaturahmi dan berdiskusi berkait pola-pola pemberdayaan Pemuda yang telah dilaksanakan oleh Gema Angkasa. Hadir dalam acara ini adalah seluruh pengurus karang taruna Dipan Wates dan Pengurus Gema Angkasa. dalam pertemuan ini ketua Gema Angkasa menyampaikan hal-hal sederhana yang telah dilakukan oleh Gema Angkasa, mulai sejak proses sampai dengan saat ini. 

Sementara itu perwakilan dari pengurus Karang Taruna Dipan Wates menyampaikan berkait kendala dan tantangan yang dihadapi pada lingkungan wilayahnya. terdapat kesamaan proses yang umum dialami oleh perkumpulan-perkumpulan manapun utamanya berkait pendanaan dan minat pemuda dalam berorganisasi. namun dengan konsistensi dan kerja nyata dengan sendirinya masyarakat akan melihat dan memahami serta mendukung kegiatan yang akan dilaksanakan. semoga sukses kawan!!!


Proyek Disain Gema Angkasa Dlingo

Dlingo : 28 Januari 2017 : Gema Angkasa melalui divisi usaha kreatif memperoleh kepercayaan untuk mendisain kantor Komunikasi dan Informatika Kabupaten Gunungkidul. melalui divisi ini kemudian dibuatlah sebuah disain kantor yang elegan dan disesuaikan dengan ritme kerja yang tak mengenal waktu. sehingga disain diarahkan lebih mengarah pada nuansa terbuka sehingga para pegawai serasa dirumah sendiri. Disain ini adalah sebuah ide dan gagasan bersama yang telah dikonsultasikan kepada pemilik proyek yaitu Pemerintah Kabupaten Gunungkidul.


Disamping disain tersebut implementasi pembangunan juga diserahkan untuk digarap oleh Gema Angkasa, sehingga kegiatan ini mampu menyediakan lapangan pekerjaan sementara bagi para anggota yang belum memiliki pekerjaan tetap.

BANTU SEMANGATI ANAK TERONG DLINGO DENGAN BEASISWA CERIA

Dlingo : rumahzakat.org: Melalui semangat pemberdayaan masyarakat dari berbagai aspek kehidupan, khususnya aspek pendidikan. RZ bersama Relawan Inspirasi Bantul menyalurkan program beasiswa ceria, yang telah dilaksanakan pada bulan Desember.

Selain pemberian bantuan biaya pendidikan, program ini senantiasa disertai dengan pembinaan berkala untuk anak beserta orang tua. Diharapkan dengan adanya peran serta orang tua dalam pembinaan, akan tercipta sinergi menciptakan anak yang berakhlak mulia, mandiri, sehat, cerdas, kreatif, dan cekatan.

Pelaksanaan Program penyaluran beasiswa ceria oleh Relawan Inspirasi RZ, bertempat di Pendopo Balai Desa Terong, Bantul, Yogyakarta. “Sebanyak 30 siswa-siswi yang terdiri dari 10 siswa SD, 10 Siswa SMP dan 10 siswa SMA di kelurahan Terong, kecamatan Dlingo, Bantul, Yogyakarta. dan tujuan diselenggarakannya program ini adalah untuk mengurangi angka putus sekolah serta menjamin keberlangsungan pendidikan mereka.

UPACARA HUT RI KE- 69 KECAMATAN DLINGO

 
Dlingo : terong-bantul.info: Upacara bendera memperingati HUT RI ke 69 kecamtan Dlingo untuk tahun ini diakan di Lapangan Desa Muntuk.Dalam upacara tersebut ada yang istimewa pada tahun ini ada penampilan senam senjata yang dilakukan oleh siswa-siswi SLTA Dlingo dengan pelatih Bapak Danramil Kecamatan Dlingo (Surono) walau hanya melakukan latihan beberapa hari namun sudah kelihatan kompak dan bisa menjadi daya tarik tersendiri oleh semua peserta upacara yang hadir. 
 
Selain itu pula Pasukan Pengibar Bendera yang dilakukan oleh siswa-siswi dari SMKN dan SMUN Dlingo juga dapat melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya.Sehingga seusai Upacara semua aparatur pemerintah Kecanatan dan Kelurahan,para Guru dan Wali Murid memberikan selamat kepada siswa tersebut sehingga tidak sedikit yang haru sampai menitikkan air mata menandakan betapa bahagianya sekaligus bangga sudah dapat melasanakan tugas dengan sebaik baiknya karena tidak semua siswa bisa terpilih sebagai pasukan pengibar bendera.

Riyo si Anak Buruh Tani Dlingo Tembus Fakultas Kedokteran UGM



Dlingo : Fathi Mahmud/Liputan6.com: Di rumah sederhana di Dusun Pencitrejo, Dlingo, Bantul, DIY itu, calon dokter dibesarkan oleh pasangan buruh tani, Sukamto dan Sugiyem.

Riyo Pungki Irawan (18) tersenyum lebar bersama ibundanya, Sugiyem di depan rumah mereka yang masih beralaskan tanah dan beratapkan asbes. Di rumah sederhana di Dusun Pencitrejo, Dlingo, Bantul, DIY itu, calon dokter dibesarkan oleh pasangan buruh tani, Sukamto dan Sugiyem.

Riyo adalah anak semata wayang pasangan itu. Meski keluarganya cuma buruh tani, namun tak menyurutkan keinginan Riyo untuk meraih pendidikan setinggi-tingginya. Terbukti, Riyo berhasil diterima di Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta.

Dia berhasil masuk ke kampus favorit itu lewat jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). Riyo juga tak perlu mengkhawatirkan masalah biaya. Berkat beasiswa Bidikmisi, dia digratiskan dari biaya kuliah.

Bangga, sudah pasti.

"Nggak sempat kebayang diterima, dulu pasrah diterima atau tidaknya di Kedokteran. Saingannya kan ketat, pasti teman-teman dari seluruh Indonesia, khususnya dari luar Yogyakarta yang cerdas-cerdas juga memilih kedokteran" kata Riyo di kediamannya, Bantul, DIY,.

Riyo bercerita, dari kecil dia memang bercita-cita menjadi dokter. Di kampungnya, hanya ada 2 dokter dan 1 mantri yang melayani seluruh masyrakat di satu desa.

"Apalagi di sini, dokter berasal dari luar desa. Penginnya ada dokter dari kampung sendiri," ucap Riyo.

Riyo sudah terbiasa hidup sederhana. Dia memahami penghasilan ayah dan ibunya sebagai buruh tani yang tak tetap. Pemuda ini juga tidak pernah memaksa dibelikan kendaraan untuk kebutuhan transportasinya ke sekolah.

Ayah dan ibunya hanya membekalinya uang sekitar Rp 100 ribu untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari. Kecil, tapi butuh perjuangan besar bagi Sukamto dan Sugiyem untuk mendapatkannya.

"Kadang dikasih lebih, kadang kurang," kenang lulusan siswa SMA Negeri 8 Yogyakarta itu.

Kendati hidup serba kekurangan, tetap tidak mengendorkan semangat Riyo dalam belajar. Bahkan Riyo selalu berprestasi di kelas. Tidak hanya ranking di kelas, Riyo juga memiliki prestasi gemilang dalam berbagai bidang.

Seperti juara 1 lomba debat tingkat nasional yang dilaksanakan Kemendikbud di Bogor, Jawa Barat tahun 2012 dan juara 2 lomba cerdas cermat bidang pendidikan kewarganegaraan di Yogyakarta pada tahun yang sama.

Sugiyem, ibunda Riyo, tidak bisa menyembunyikan rasa senang dan bahagianya karena sang putra bisa diterima dan kuliah secara gratis di Fakultas Kedokteran UGM.

"Semoga cita-citanya tercapai dan menjadi anak yang sukses," doa Sugiyem.

PELAYANAN HARI PERTAMA PASCALIBUR LEBARAN 2014




Dlingo : Pem.Kec.Dlingo :Masyarakat menunggu giliran memperoleh pelayanan di Kecamatan Dlingo, pelayanan kepada masyarakat di Kecamatan Dlingo terlihat berjalan normal meskipun ada sedikit peningkatan banyaknya masyarakat yang datang untuk memperoleh pelayanan.

Kegiatan silaturahim dan syawalan oleh masyarakat secara mandiri sudah tidak nampak. Tapi untuk kegiatan syawalan yang sifatnya kegiatan komunitas maupun kelembagaan saat ini sudah ada beberapa dan kegiatan semacam ini akan mewarnai Bulan Syawal sampai tutup bulan.  Masyarakat juga sudah menjalankan aktivitas sehari-hari secara normal termasuk dalam hal mengurus dokumen-dokumen yang mereka butuhkan, sehingga pelayanan boleh dikata normal kembali jika dibandingkan dengan pelaksanaan pelayanan terbatas selama libur cuti bersama yang lalu.

Jemput Bola Pasien Di Kegiatan Posyandu Untuk Meningkatkan Kunjungan Puskesmas Dllingo

Dlingo : Puskesmas Dlingo : Berbagai cara dilakukan untuk dapat meningkatkan kunjungan pasien di Puskesmas. Salah satu strategi yang dilakukan adalah melakukan jemput bola pasien dengan mendatangi langsung pasien yang ada di dusun-dusun terpencil. Salah satunya adalah di Dusun Kediwung Kelurahan Mangunan Kecamatan Dlingo Kabupaten Bantul DIY.

pemeriksaan kesehatan

Bertepatan dengan kegiatan Posyandu Lansia dan Balita, juga dilakukan pemeriksaan kepada pasien mengeluh mengalami gangguan kesehatan. Pemeriksaan kesehatan ini dilakukan oleh Petugas Pembina Dusun (Gasbinsun) dari Puskesmas Dlingo I yang pada hari itu bertugas di Dusun Kediwung.  Adapun Gasbinsun yang bertugas pada hari itu adalah Bidan Sumarni dan Budi Santoso sebagai perawat. Kegiatan ini dilakukan rutin setiap bulannya untuk setiap Dusun.

“Nopo Mbah sing diraosaken?” Tanya Budi Santoso ketika mencoba mengetahui kondisi kesehatan pasien yang diperiksanya.
“Niki obat e diunjuk sedinten ping 2kaleh setunggal-setunggal mbah nggih.” Terang Bidan Sumarni saat memberikan konseling obat kepada seorang pasien di Kediwung. Pada kegiatan pemeriksaan kesehatan itu terdapat 7 orang pasien pemegang kartu jamkesmas yang berobat dan 2 pasien umum. Untuk peserta Jamkesmas tidak ditarik biaya retribusi apapun sedangkan untuk pasien umum dikenakan retribusi Rp.5.500,-.

kit obat posyandu

Meski demikian masih ada kendala yang dihadapi petugas di lapangan dimana salah satunya adalah kondisi kit obat yang kurang layang dan kurang memperhatikan kualitas obat yang dibawa.

Ika Sugiyarti Dlingo, Beraksi lagi lewat Kontes Dangdut KDI 2014 MNC TV

Sebanyak 36 kontestan telah berkumpul di Jakarta dan siap mengikuti seleksi berikutnya dalam Gerbang KDI 2014 yang diadakan pada Senin-Minggu, 21-27 April. Diantara mereka akan diambil 14 kontestan yang lolos untuk berlaga di Kontes KDI 2014 mulai Senin (28/4). Ke-36 kontestan tersebut merupakan hasil seleksi tahap audisi di enam kota yaitu di Makassar (29-30 Maret), Yogyakarta (29-30 Maret), Surabaya (30-31 Maret), Medan (12-13 April), Jakarta (12-13 April) dan Bandung (12-13 April).

 
 
Di setiap kota audisi telah dipilih masing-masing 6 wakil untuk maju ke tahap selanjutnya. Dari Yogyakarta diwakili oleh Syamsir Alamsyah, Yovita Ari Sanjaya, Fadli Sepcacito, Hana May, Nita Zuniarti dan Sheila Ayu Mustika. Makassar diwakili oleh Herawati, Irsyad, Irmayanti, Fardi Kamal, Megawati Zadila dan Ayhu Tirta. Surabaya diwakili oleh Dahlia Wahyuni, Mustika Dewi, Indah Yuninda, Buyung Hadi Susanto, Ita Ulaily dan Niken Perwitasari. Medan diwakili oleh Arfian, Sri Haryati, Putri Khairani Rambe, Edi Syahputra, Dimas dan Dewi Maharani. Jakarta diwakili oleh Deni Faisal, Mega Nurbaeti, Ika Sugiyarti, Desi Amelia, Yendri Huddami dan Putri Permatasari. Kemudian Bandung diwakili oleh Mutiara Ayu Lestari, Dina Rubianti, Wangi Suci Lestari, Mia Kamia P, Dewi Yulianti, dan Ridho Koko.

Gerbang KDI 2014 akan ditayangkan MNCTV pada Senin-Minggu, 21-27 April. Dalam setiap episode akan tampil 6 orang yang berasal dari 6 kota audisi. Mereka akan mengadu kemampuan bernyanyi di hadapan para penasihat (juri), di antaranya Elvy Sukaesih, Jaja Miharja, Bertha, Ikke Nurjanah dan Purwacaraka. Acara akan dipandu oleh host Valen ‘Jebret’, Okky Lukman, Nassar dan Ayu Lia.

Dua orang dengan dukungan SMS tertinggi di setiap episode dipastikan lolos ke Kontes KDI. Namun empat peserta tersisa masih memiliki kesempatan, karena penasihat akan memilih satu di antara mereka untuk kembali bertarung di Gerbang Wild Card pada 27 April. Dalam Gerbang Wild Card akan dipilih kembali dua kontestan untuk berlaga di Kontes KDI hingga diperoleh 14 kontestan.

Selama masa karantina, para kontestan akan mendapatkan bermacam pelatihan seperti pelatihan vokal, koreografi, etika dan kepribadian dari para pengajar yang ahli di bidang masing-masing.
 
Berikut adalah penampilan Ika di streaming Youtube : Disini
 
 

Putra-Putri Dlingo Mari Ikuti Pemilihan Putra Putri Bantul 2014

Dlingo : http://bantulmedia.com : Pemilihan Putra Putri Bantul 2014. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bantul sebagaimana tahun 2013 mengadakan pemilihan Putra Putri Bantul 2014. Pelaksanaan pemilihan Putra Putri Bantul 2014 akan dilaksanakan tanggal 1 Februari 2014 sampai dengan 21 Juni 2014.


 Adapun Persyaratan Umum peserta adalah :
-Pria/Wanita
-Belum Menikah
-Berpenampilan Menarik
-Sehat Jasmani & Rohani
-WNI & Domisili DIY
-Usia min.17 tahun & Max.26 tahun
-Bebas Narkoba
-Melampirkan Photo Copy KTP/Kartu Pelajar/Kartu Mahasiswa
-Melampirkan Photo Berwarna ukuran 4R ( Close Up & Seluruh Badan ) serta Pas photo Berwarna 3X4     sebanyak 2 Lembar
-Bersedia Menjalani Rangkaian Acara Putra-Putri Bantul 2014
-Bersedia Menjalani Kontrak Duta Wisata & Budaya selama masa Bertugas menjadi Putra-Putri Bantul 2014
-Pengumpulan Formulir tidakk boleh diwakilkan

Rangakaian Kegiatan Pemilihan Putra Putri Bantul 2014 :
-Pendaftaran : 1 Februari – 30 April 2014
-Seleksi I : Minggu,4 Mei 2014
-Seleksi II : Minggu,11 Mei 2014
-Pemotretan : Minggu,25 Mei 2014
-Workshop : Senin s/d Rabu,2 s/d 4 Juni 2014
-GRAND FINAL : Sabtu,21 Juni 2014

Informasi & Tempat Pendaftaran serta pengambilan Formulir pendaftaran bisa didapatkan di :
1. Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bantul, Jln. Tentara Pelajar,Lingkar Timur Manding,Nogosari,Trirenggo Bantul 55714 Telp/Fax.(0274) 6460222 / 6460183
2. PASAR SENI GABUSAN Bantul, TIC Office, Jl.Parangtritis Km 9.5 Bantul CP. Ibu Raras, Telp.0274-7831073
3.Haney Photography, Jl.Mawar Nomor 5 Baciro Jogjakarta Telp.0274-562325 HP: 081804155456

Apabila anda yang ingin Informasi Lebih Lanjut bisa menghubungi:
PIN ВВМ™✉ : 29D9AEE5 / 29054E2D / 76786C3D
E-MAIL : info@putraputribantul.com
FB : putra putri bantul
www.putraputribantul.com


Siswa-siswi SDN I Terong Dlingo Menjajal Gamelan Nada Pelog

Siswa/I SDN I Terong Dlingo penasaran dengan ATM (Automatic Tembi Movies)
Dlingo : http://tembi.net: Kunjungan anak sekolah ke Tembi Rumah Budaya boleh dikatakan menjadi agenda yang semakin rutin terjadi. Salah satu sekolah yang baru saja melakukan kunjungan ke Tembi Rumah Budaya adalah SDN I Terong, Dlingo, Bantul. Rombongan tersebut terdiri dari kelas IV dan V serta dua orang pendamping, yakni kepala sekolah dan guru kesenian.

Kunjungan mereka di samping untuk belajar banyak mengenai kebudayaan lokal (Jawa), juga hendak belajar gamelan. Sebenarnya mereka sudah bisa menabuh gamelan karena pelajaran menabuh gamelan memang mereka dapatkan di sekolah. Hanya saja di sekolah mereka terdapat satu perangkat gamelan, yakni gamelan berlaras Slendro. Sementara gamelan berlaras Pelog belum mereka miliki. Jadi kunjungan mereka ke Tembi sekalian ingin menjajal atau mencoba menabuh gamelan berlaras Pelog.
 
Dolanan anak mengingatkan masa lalu siswa/i
Sebelum pulang ke Dlingo siswa/i dan guru pendamping
berfoto bersama dulu di Amphiteater Tembi
Penjelasan yang diberikan oleh pemandu Tembi ternyata membuat mereka cukup tertarik. Ada cukup banyak benda produk atau hasil budaya yang mereka tidak lagi mengenalinya. Mereka juga cukup terkejut dengan pertanyaan-pertanyaan pancingan yang dilontarkan Tembi sehubungan dengan kekayaan yang dimiliki oleh wilayah Dlingo. Misalnya, di Dlingo ada sendang yang sangat terkenal, yakni Sendang Banyuurip. Ketika hal itu ditanyakan oleh Tembi ternyata banyak dari mereka yang tidak atau belum mengenalinya. Ketika Tembi memancing dengan pertanyaan tentang adanya pohon langka yang sangat unik dan sangat terkenal di Dlingo, ternyata ada beberapa dari mereka yang bisa menyebutkan, yakni Pohon Jati Kluwih.

Pancingan-pancingan pertanyaan dari Tembi itu sesungguhnya dilakukan untuk menyadarkan mereka, bahwa mereka memiliki kekayaan yang tidak dimiliki oleh daerah lain. Hal tersebut dimaksudkan agar mereka menjadi semakin punya perhatian terhadap wilayahnya sendiri.

Perhatian yang demikian diharapkan menumbuhkan kesadaran mereka untuk mencintai kekayaan yang ada di wilayah mereka. Apa pun wujud kekayaan itu. Dengan demikian, pada gilirannya nanti mereka juga akan semakin mencintai kebudayaannya sendiri serta tidak larut dan hilang diri dalam arus pusaran berbagai pengaruh budaya lain. 
 
Karawitan plus panembrama dari SDN I Terong di Tembi: menjajal gamelan nada Pelog
Ternyata pula beberapa dari mereka masih bisa mengenali alat permainan mereka ketika mereka masih berusia sekitar lima tahunan. Bekelan, othok-othok, plintheng (ketapel), untaian karet gelang untuk lompat tali, dan lain-lain. Hal ini mengingatkan mereka pada masa-masa kanak-kanak mereka. Masa-masa yang menurut mereka cukup indah dan menyenangkan untuk dikenang. Sekalipun demikian, dari mereka banyak juga yang tidak tahu dan mengerti nama dan fungsi benda yang dipajang di Rumah Dokumentasi Tembi.

Usai berkeliling kompleks Tembi mereka bermain gamelan. Rasa penasaran mereka cukup tinggi untuk bermain gamelan dengan nada Pelog karena sekolah mereka tidak memilikinya. Ternyata pula mereka sudah cukup terampil bermain gamelan. Mungkin setaraf dengan para pemain gamelan (pengrawit) dari Tembi sendiri. Gending Ganjur, Manyar Sewu, dan Suwe Ora Jamu mereka mainkan dengan demikian mudahnya. Demikian juga dengan gending Pepeling. Bahkan pemain bonang penerus pun dapat bermain terampil sehingga mampu memberikan sentuhan nada lain yang mengisi jeda nada yang ditabuh dari bonang dan perangkat gamelan yang lain.

Apa yang mereka ketahui dan pahami dalam hal gamelan sesungguhnya merupakan kelebihan tersendiri bagi mereka. Pasalnya, tidak banyak anak-anak sekolah di zaman sekarang yang paham soal gamelan, yang notabene merupakan bagian dari produk kebudayaan kita sendiri. Bagian dari puncak-puncak peradaban kita sendiri. Menjadi aneh jika kita justru merasa asing dengan hal tersebut. Profisiat untuk SDN I Terong, Dlingo, Bantul.


Hebat, Ibu-Ibu di Di Dlingo, Ikut Bangun Jalan

Dlingo : Harian Jogja: Ratusan ibu rumah tangga warga Dusun Seropan III, Desa Muntuk, Kecamatan Dlingo Bantul, ikut bergotong royong dalam pembangunan jalan cor blok lingkar dusun. Ketua RT 4 Dusun Seropan III, Zaini, mengatakan peran perempuan dalam melaksanakan program pembangunan fisik jalan sangat membantu kelancaran pekerjaan. Dusun Seropan III memperoleh bantuan program pembangunan infrastruktur peedesaan (PPIP) 2013 sebesar Rp110 juta.

“Ibu-ibu di sini tidak mau tinggal diam dan partisipasi langsung dalam pekerjaan berat ini,” katanya. Menurut Zaini, pola kerja gotong royong yang melibatkan ibu-ibu cukup menghemat dan mengoptimalkan target pekerjaan yang akan dicapai, dibanding dengan membayar tenaga atau tukang.

Terlebih, pembangunan jalan lingkar harus mencapai target satu kilometer. Ia yakin kualitas pekerjaan PPIP akan lebih bagus. Warga dari delapan RT secara bergiliran mengikuti gotong royong. Meskipun tanpa ketentuan denda, warga laki-laki dan perempuan sadar untuk menyumbangkan tenaga demi target pekerjaan yang harus rampung 18 Desember 2013.

Wagiyem, 48, warga RT 7 mengaku ikut secara suka rela bergotong royong demi pembangunan desanya. Warga menilai pembangunan jalan di Dusun Seropan sangat penting karena sudah 12 tahun kerusakan jalan tidak segera diperbaiki.

Dlingo Bantul Ikuti Lomba Kelompok Tani Berprestasi 2013

Dlingo : Plaza Informasi : Lomba intensifikasi komoditas tanaman pangan yang diadakan rutin setiap tahun oleh Dinas Pertanian DIY dimaksudkan untuk menjaring dan memotivasi kelompok-kelompok tani di DIY untuk berprestasi dalam pengembangan intensifikasi budidaya tanaman pangan khususnya padi, kedelai dan jagung.

Tahun 2013 ini sebagai wakil dari Kabupaten Bantul adalah kelompok tani Kismo Mudo Rejosari, Terong, Dlingo untuk lomba intensifikasi jagung. Penilaian dilakukan 14 Mei, 15 Mei dan 21 Mei yang lalu dengan tim penilai lomba terdiri dari Diperta DIY, BPSB, BPS, BPTP dan unsur terkait lainnya. Dipertahut dalam hal ini bertugas mempersiapkan dan mendampingi lomba bekerjasama dengan mantra tani, penyuluh, lurah dan camat. Penilaian lomba yang dilakukan meliputi sisi intensifikasi yang terdiri dari aspek ekonomi, teknis, sosial, administrasi, bidang kemitraan dan bidang pembinaan oleh aparat.

Tahun 2012 yang lalu Kabupaten Bantul berhasil meraih Juara III tingkat nasional  lomba intensifikasi jagung kelompok tani Suko Lestari, Dodokan, Jatimulyo, Dlingo berhasil meraih juara II tingkat propinsi.

Prestasi Desa Terong

Dlingo : Kulon Progo.go.id : Juara harapan I diraih oleh Kelompok KB Pria Pria Perkasa dari Pedukuhan Sendangsari, Desa Terong, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul dengan total nilai 56, dan juara harapan II dicapai oleh Kelompok KB Pria Desa Karangsari, Kecamatan Semin, Kabupaten Gunungkidul dengan total nilai 55.

Ditambahkan oleh Sunaryo, dengan kemenangannya itu, Kelompok KB Pria Kokoh berhak mewakili DIY dalam lomba serupa di tingkat nasional yang menurut informasi akan dilakukan melalui kunjungan lapangan langsung ke kelompok. Sehubungan dengan hal itu, Kelompok KB Pria yang diketuai oleh Bapak Paiman saat ini sedang melakukan berbagai persiapan menghadapi kunjungan lapangan tersebut.
 
Keputusan ini berdasarkan hasil penilaian dokumen profil kelompok KB Pria oleh Tim Penilai dan diberitahukan kepada kepala SKPD KB Kabupaten/Kota melalui Surat Ka Perwakilan BKKBN DIY No 1195/KB.203/J3/2013 tertanggal 27 Mei 2013 tentang Pemberitahuan Pemenang Lomba Kelompok KB Pria Tingkat Provinsi Tahun 2013.

Prestasi Olah Raga Anak-Anak Dlingo

Dlingo : http://pora.bantulkab.go.id : Pekan Olahraga Kabupaten Persatuan Catur Indonesia(Percasi)Bantul yang di ikuti sekitar 40 peseta senior di selenggarakan kamis –sabtu di BKK PP dan KB Bantul berhasil dijuarai Pecatur asal kecamatan Pleret Bantul Jefri dengan nilai sebanyak 6,5 yang disusul juara dua Rudi Siregar pecatur asal kecamatan Bambanglipuro Bantul dengan mengumpulkan nilai 6,sedangkan peringkat ketiga dengan raihan nilai 5,5 di tempati pecatur asal kecamatan Banguntapan.

Sedangkan untuk kelompok junior di ikuti sekitar 60 peserta terdiri dari 57 putra dan 33 putri sedangkan untuk juara kelompok junior Putra terdiri dari Noven Handoyo (MAN) Wonokromo dan Eko Anton (SMKN Dlingo) Rafi Kurniawan (MTSN Pundong),Ommar Sadam (Kasihan),Bartholemeus (Sma 1 Sedayu),M saldi (SMPN 1 Banguntapan),Mahfud Nur Maulana ( SMP 2 Srandakan )Syaiful Huda (SMP 2 Dlingo) Hikam Yanwar (SD Bantul Timur),Syaiful Ihsan (SMP 3 Bantul)Gantang Akbar (SDN 1 Bantul) M Aditya (Banguntapan)Kris Fahrudin (SD 2 Triwidadi)Bayogi Putra (SD Seropan Dlingo )Michael Anggit (SDK Pijenan) Imam Muzaki MI Sarang (Bambang Lipuro)Cahaya Putra(Sekolah Catur Bantul)Faris Ardiansyah (SD Kalakijo).

Untuk Junior Putri Juarannya Febriati Rizki (Poltakes Mangkuyudan)Intan Heryani (SMA 1 Bantul)Citra Putri (MAN Wonokromo)Tyas Hutami (MAN Sabdodadi )Trisna Ferani (Smp 1 Bantul )Nurul Lutfiah (SMP 2 Bantul ) Nadia Heryani (SMP 3 Bantul)Anestya Adreyanti (Krapyak)Prashintya (SMPN 1 Pundong)Partini (MTsN Pundong)Felicia Adventa (SDK Bantul)Raras (SD Suko rame Dlingo)Nining Gita (SD Sukorame)Rada Heryani Putri (Bantul ).

Sepak Bola Dlingo Satu Pemain Lokal Patut Dibanggakan




Dlingo : Paserbumi.com : Terhitung 2 Januari 2012, Persiba Bantul resmi mengikat kontrak profesional dengan 2 pemain asli Bantul. Ini adalah rekrutan ketiga setelah sebelumnya mengontrak striker Potorono Putra yang juga pemain depan Protaba, Riyanto.

Muhammad Mifqi, diproyeksikan menjadi Bek masa depan tim kebanggaan masyarakat Bantul. Dengan tinggi 178 cm, alumnus SMA Muhiba angkatan 2009, bahkan bisa masuk menjadi TNI AD karena kemampuan mengolah si kulit bundar diatas rata-rata.

Sementara, warga Kecamatan Dlingo patut berbangga hati atas potensi bermain bola, Heru Kuswanto. Berposisi pemain depan, pria yang tinggal di Loputih, Jatimulyo Dlingo ini, suatu saat akan menjadi tandem Riyanto di lini depan. Tinggal bagaimana peran pelatih dalam mengembangkan potensi kedua talenta muda nanti. Yang pasti, penerus Trio Agus Marwanto, Johan Manaji serta Slamet Widodo tak terputus.

Rubikem Dlingo Juara I Nasional Lomba Penghijauan



Dlingo : BANTUL (KRjogja.com) - Ny Rubikem asal Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul berhasil meraih juara pertama Lomba Penghijauan dan Konservasi Alam Wana Lestari Nasional Tahun 2012 katagori Penyuluh Kehutanan Swadaya Masyarakat (PKSM). Sedangkan Edi Priyanto menjadi juara harapan dua katagori Penyuluh Kehutanan.

Kedua pemenang didampingi Camat Dlingo, Sukrisna Dwi Susanto menjelaskan prestasi ini merupakan hasil kerja keras semua pihak, terutama dari Dinas Pertanian dan Kehutanan Bantul, Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan (BKP3) Bantul. Sedangkan penghargaan diberikan langsung oleh Menteri Kehutanan, Zulkifli Hasan di Jakarta.

Prestasi Ny Rubikem merupakan komitmennya membangun kesadaran para ibu rumah tangga selalu peduli lingkungan. Khususnya dalam upayanya menjaga kelestarian hutan sebagai investasi masa depan. Tidak tanggung-tanggung dari 1.500 ibu rumah tangga di Desa Terong, hampir 60 persen menjadi binaannya.

"Mereka tidak sekadar kumpul dan ngrumpi, tetapi dibekali pengetahuan pentingnya menjaga kelestarian hutan sebagai solusi mendongkrak kesejahteraan. "Sekarang kesadaran itu sudah terpatri di masyarakat, mereka sadar pentingnya pohon di sekitar tempat tinggal," ujar istri Kardani ini.