Korupsi Dana Gempa Terong , Teror Terhadap Saksi Jalan Terus, Polisi Dimana?

Dlingo : Sorot News : Belasan saksi kini telah diperiksa oleh Kejaksaan Negeri Bantul, DIY terkait dengan dugaan korupsi dana rekontruksi gempa tahun 2006 yang dilakukan oleh mantan Kepala Desa Terong, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul, Yogyakarta, Sudirman Alfian senilai lebih dari Rp1milyar.

Disaat aparat penegak hukum sedang melakukan pemeriksaan secara marathon kepada anggota kelompok masyarakat (pokmas) penerima dana rekontruksi gempa serta apara desa setempat maka disaat yang sama anggota pokmas yang diperiksa dan perangkat desa juga mendapatkan ancaman bahkan perangkat desa juga mendapatkan ancaman dan terror dari oknum yang mengaku suruhan dari Kepala Kejaksaan Negeri Bantul.

“Orang yang mengaku suruhan Kepala Kejaksaan Negeri Bantul itu menteror 2 kali dan meminta sejumlah uang agar kasus ini segera cepat selesai,”jelas Poniran, Pjs Kepala Desa Terong, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul, DIY. Menurutnya saat diteror pertamakali, Poniran yang juga menjabat sebagai Sekretaris Desa Terong ini mengaku hanya diam saja. Namun pada terror kedua, oknum yang mengaku suruhan Kejari Bantul tersebut meminta uang Rp 200 juta.

“Agar kasus ini cepat selesai maka saya diminta Rp 200 juta oleh oknum yang mengatakan uang tersebut perintah Kejari Bantul,”jelasnya.

Poniran mengaku orang yang mengaku suruhan Kejari Bantul tidak pernah bertemu secara tatap muka namun melakukan hubungan melalui telepon sehingga tidak terlalu ditanggapi karena dirinya sejatinya tidak mengetahui dugaan kasus korupsi dana gempa tersebut.

“Penelepon itu justru saya mintai no telepon Kajari Bantul namun hingga saat ini oknum tersebut tidak juga memberikan nomor telepon Kajari Bantul,”tandasnya.

Kepala Kejaksaan Negeri Bantul, DIY Retno Harjantari Iriani mengatakan, dirinya sama sekali tidak memerintahkan anak buahnya untuk meminta sejumlah uang. Tindakan ini jelas hanya akan memojokkan Kejaksaan Negeri Bantul yang sedang mengungkap dugaan korupsi gempa Desa Terong.

“Saya dalam 3 hari terakhir ini sedang luar kota dan tidak memerintahkan apa-apa kepada anak buah saya. Ini jelas hanya akan memojokkan kita,”kilahnya  Retnopun berjanji bahwa kasus dugaan korupsi dana gempa Desa Terong akan terus berjalan dan tidak akan dihentikan.  “Jika semua saksi-saksi yang diperlukan telah diperiksa dan barang bukti cukup maka kita akan meneruskan ketingkat penyidikan,”pungkasnya.

Berita yang sama dapat anda lihat di :
Harian Seputar Indonesia (SINDO)

Warga Asing Tertarik Lakukan Edukasi di Mangunan


DLINGO: (KRjogja.com): Warga asing dari Jepang dan Korea Selatan yang tergabung dalam Indonesia Internasional Worl Camp (IIWC) tertarik melakukan edukasi bagi masyarakat Mangunan Dlingo. Edukasi dilakukan untuk pengembangan potensi yang ada di Mangunan Dlingo.

Sofa Khasani, salah satu Pemuda Sarjana Penggerak Pembangunan di Pedesaan, Rabu (12/9) di Balai Desa Mangunan Dlingo menuturkan, beberapa relawan warga asing datang ke Mangunan untuk mengedukasi dalam hal ekonomi serta pariwisata bagi masyarakat lokal. Seperti mengembangkan potensi wisata yang tersedia di Bantul.

"Kami juga memberikan edukasi dengan mengadakan kelas bahasa asing untuk pemuda dan anak-anak. Selain itu kita juga mengadakan diskusi dengan pokdarwis," ujar Shofa.
Ditambahkan, untuk sementara masih memberikan berupa ide dan wawasan. "Di Dlingo sektor potensi industri kerajinan yang dikembangkan adalah kerajinan kayu dan makanan khas yakni Tiwul. Mungkin konsentrasi pengembangan dua hal ini," tuturnya lagi.

Kegiatan ini dilakukan selama 13 hari dan mereka menginap di rumah warga Salah satu warga asing dari Jepang, Shine (22) menuturkan meski kawasan tergolong tandus, Dlingo memiliki potensi wisata yang unik yakni keberadaan hutan pinus.

BPDB Salurkan Air Bersih ke Wilayah Dlingo

DLINGO:(KRjogja.com): Sebanyak 300 Kepala Keluarga (KK) di kawasan Dusun Cempluk dan Kanigoro Mangunan Dlingo akhirnya mendapatkan bantuan air bersih dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul dan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).

Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD, Ari Dwipoyono menuturkan warga yang mengalami dampak langsung krisis air sebanyak 400 jiwa di Kanigoro dan 360 jiwa di Cempluk. "Kami baru mendrop air akibat kekeringan baru di Mangunan ini, sebelumnya kita mendroping air bersih di Gerselo Patalan Imogiri. Namun bukan karena kasus kekeringan tetapi karena wabah diare," ujar Ari.

Sebelumnya, Kepala BPDB, Dwi Daryanto mengatakankan musim kemarau ini, sebanyak 20 ribu jiwa warga di 14 desa terancam kesulitan air bersih. Berdasarkan peta kekurangan air bersih terdapat enam kecamatan di Bantul yang mengalami yakni Kecamatan Dlingo terdiri dari desa Dlingo, Mangunan, Munthuk, Jatimulyo dan Temuwuh. Kecamatan Imogiri terdiri dari Desa Wukirsari dan Selopamioro, Kecamatan Piyungan di Desa sitimulyo dan Srimartani, Kecamatan Kasihan di Desa Donotirto dan Petung, Kecamatan Bambanglipuro di Dusun Ngajaran serta di Kecamatan Pajangan di Desa Sendangsari dan Guwosari.

BPBD akan droping air bersih ke Mangunan