Warga Dlingo Resah dengan Isu Penebaran Racun di Kali Oya

Dlingo : Sorotjogja: Warga di sepanjang aliran Sungai Oya Kecamatan Dlingo, dalam satu minggu terakhir resah dengan kabar akan adanya penebaran obat (racun) ke sungai tersebut. Kabar yang beredar, tujuh lokasi di sepanjang sungai akan ditebari obat untuk membunuh seluruh ikan-ikan dan akan menggantinya dengan benih ikan jenis baru.

Pengurus Pengawas Kelompok Sungai Oya, Suyoto menuturkan, isu tersebut sudah sangat meresahkan karena banyak masyarakat yang bergantung pada air sungai tersebut. Mereka takut, air yang mengalir akan tercemar dan mengancam ekosistem sungai serta tanaman yang mereka miliki. Selain itu, sumber air minum yang mereka gunakan juga dikhawatirkan akan ikut tercemar.

"Sekarang semua siaga, jangan sampai ada yang memberi racun ke sungai," kata Suyoto saat ditemui di Dlingo, Jumat (13/9/2013).

Menurut Sunyoto, sungai Oya merupakan satu-satunya sumber pengairan yang diharapkan oleh warga Dlingo. Karena debit air sungai Oya yang stabil mampu mengairi ladang, perkebunan, lahan pertanian dan ada yang masih digunakan untuk keperluan mandi, cuci dan kakus (MCK).

"Sampai sekarang, kami sendiri belum tahu persis siapa yang akan melakukan tindakan pengobatan ikan massal itu, entah dari instansi pemerintah maupun swsta. Soalnya kami sempat koordinasi dengan Dinas Perikanan Bantul katanya tidak ada (rencana pengobatan ikan massal)," jelas Suyoto.

Ia mengungkapkan, setidaknya, ada 30.000 tanaman baru di Dlingo yang selalu bergantung pada aliran sungai tersebut. Bahkan, beberapa titik di sungai tersebut juga digunakan untuk kolam pemeliharaan ikan. Sehingga jika diracun, maka ikan-ikan akan turut terkena imbasnya. Tidak hanya itu, semua habitat sungai mulai dari bibit hingga ikan yang besar juga mati dan punah. "Mohon dilakukan dengan bijak. Kalau diracun ikan-ikan langka yang masih ada akan ikut punah," tandasnya.

Namun, pihaknya sendiri belum mengetahui pihak mana yang berencana melakukan tindakan tersebut. "Tapi kemarin kelihatannya sudah mengobat tapi tidak mempan," ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Bantul, Riyantono mengaku belum menerima laporan tentang isu tersebut. Namun demikian, pihaknya menandaskan Pemkab melarang keras penggunaan obat untuk memburu ikan. Ia mengancam akan menindak tegas pelaku penebar obat atau racun tersebut.

"Tidak hanya racun, tapi juga yang nyetrum akan kami tindak, itu juga ada peraturan perundangannya. Itu akan segera saya cek isu itu segera," katanya.

Mantan Sekcam Dlingo yang skr bertugas di Pleret Ditemukan Tewas di Jurang Kali Urang Dlingo

Dlingo : sorotjogja.com : Sekretaris Camat (Sekcam) Pleret, Suparjo (37) Dusun Pucang Anom, Desa Murtigading, Kecamatan Sanden, ditemukan tewas membusuk tersangkut pada besi pengaman jalan di jurang Kaliurang, Dusun Koripan 1, Desa Dlingo, Kecamatan Dlingo, Bantul, Rabu (11/9/2013) sore. Padahal korban dalam pencarian pihak keluarga, setelah sejak Jumat (7/9/2013) malam tidak bisa dihubungi. Jenazah kemudian dibawa ke RSUP Sardjito, hingga kini kasus tersebut masih dalam penyelidikan kepolisian. 

Namun dugaan kuat korban masuk jurang ditengarai akibat kecelakaan lalulintas. Sementara itu sepeda motor Honda Vario AB 2648 CG, ditemukan di dasar jurang dengan kedalaman 30 meter. Penemuan jenazah korban pertama kali oleh sejumlah warga pencari rumput. Sore itu warga mencium bau tidak sedap di sekitar lokasi penemuan mayat.
Setelah dicari diketahui tubuh korban tersangkut pada besi pengaman jalan yang sudah rusak dan melintang di tebing, sekitar 10 meter di bawah bahu jalan. Temuan tersebut kemudian dilaporkan ke Polres Bantul dan PMI Bantul untuk dilakukan evakuasi. Jenazah baru bisa di angkat sejaam kemudian karena berada di tebing yaang sanggat curam.

Berdasarkan infromasi lain, sebelum pergi Jumat pagi korban sempat meminta uang kepada istrinya Rp 10 juta untuk satu keperluan. Namun saat itu hanya diberi Rp 250.000.  Kasat Lantas Polres Bantul AKP Setyo Hery Purnomo mengatakan dugaan sementara korban masuk jurang akibat kecelakaan. Namun untuk mengungkap penyebab pastinya masih dalam penyelidikan.


Pemerintah Kabupaten Bantul Fasilitasi Anak Yatim dari Kecamatan Dlingo

Dlingo : Din SOS BAntul : Pemerintah Kabupaten Bantul melalui Dinas Sosial Pada hari ini Kamis ( 29 Agustus 2013 ) akan melaksanakan kegiatan fasilitasi anak yatim / piatu dari Kecamatan Dlingo di Pendopo Rumah Dinas Bupati Bantul, Trirenggo, Bantul.

Kegiatan dimulai pukul 16.00 WIB diawali dengan dongeng anak-anak yang diasuh oleh Pembimbing dari Yogyakarta dilanjutkan acara makan bersama dengan Bupati Bantul.

Pada kesempatan tersebut Bupati Bantul akan memberikan pengarahan dan pembinaan kepada anak-anak yatim / piatu agar kelak menjadi anak yang soleh, serta berbakti kepada para orang tuanya dan dilanjutkan penyerahan tali asih berupa uang saku beserta Tas Sekolah dan Alat Tulis untuk lebih menambah motivasi belajar sehingga anak-anak ini bisa berprestasi di bidang pendidikan.

Adapun yang diundang adalah anak-anak yatim/piatu sebanyak 100 anak dari wilayah Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul. (DS)

Daftar Calon Tetap Anggota DPRD Kabupaten Bantul yang Berasal dari Dlingo Asli Tahun 2014

Dlingo : KPU Bantul : Caleg dibawah ini adalah berasal dari Kecamatan Dlingo…KALAU DLINGO ADA..PILIH YANG TERBAIK DIANTARA MEREKA…..MEREKA LAHIR DI DLINGO…!!!..buat komitmen dengan mereka..sebuah komitmen yang kuat…yakinlah DLINGO PASTI BISA…DAHULUKAN ORANG DLINGO ASLI …!!! Sampaikan ini pada masyarakat kita.....