"Nganjir" Filter Ekosistem Pegunungan Dlingo

NGANJIR adalah nama dari sebuah kawasan hutan pinus yang ada di Desa Muntuk, Kecamatan Dlingo Bantul. Kawasan hutan ini pada awalnya merupakan sebuah hamparan hutan pinus yang membentang antara Desa mangunanDesa Muntuk dan Desa Terong Jika di lihat secara fisik sebenarnya area hutan pinus ini merupakan bagian dari ekosistem alam yang sebenarnya memberikan batas geografis perbatasan pegunungan Dlingo dengan lereng-lereng perbatasan dengan kecamatan Imogiri, Kecamatan Pleret dan Kecamatan Jetis. Hutan pinus ini merupakan tumbuhan yang tumbus di lereng-lerang yang menjaga lereng-lereng gunung di Dlingo khususnya pada zona utara dan barat yang berbatasan langsung dengan wilayah kecamatan lain.

Namun seiring dengan perkembangannya pada saat ini area hutan pinus ini menjadi terputus putus. Pada awalnya hutan pinus ini memanjang dari daerah Desa mangunan sampai Ke Desa Terong. Namun saat ini ternyata sudah mulai tampak area ini terpecah-pecah, akibat dari penebangan-penebangan dan pengambil alihan lahan oleh masyarakat yang tidak sadar akan pelestarian hutan ini. Anehnya lagi Pemerintah tidak berupaya maksimal untuk mengembalikan fungsi hutan pinus ini sebagai bagian dari ekosistem alam yang sangat dibutuhkan oleh mata rantai sistemik yang alami sama seperti awalnya dulu.

Jika di lihat secara umum memang hutan ini nyaris tanpa perusakan namun jika dicermati dapat dilihat sebuah kenyataan bahwa hutan pinus ini lama-lama terkikis oleh kegiatan pertanian masyarakat yang lambat laun mengambil alih fungsi hutan menjadi lahan pertanian. Terkikisnya hutan ini dapat dilihat langsung pada wilayah paling utara di Desa Terong,  tepatnya di Padukuhan sendang sari, disana terdapat hutan pinus namun bila kita berjalan ke selatan hutan ini akan terputus sedikit dan bersambung lagi di daerah Gunung Mungker.
Di Kawasan Gunung Mungker ini juga terdapat hamparan hutan pinus dan kayu putih. Agak Keselatan lagi hutan ini terputus di padukuhan Kebokuning Desa Terong, lalu bersambung lagi di Padukuhan Gunung Cilik Desa Muntuk lalu terputus lagi di padukuhan Muntuk Desa Muntuk dan Bersambung lagi di Padukuhan Tangkil Desa Muntuk maka di kawasan ini keasrian hutan pinus baru bisa di rasakan. 


Area ini biasa di sebut kawasan "NGANJIR" dengan ciri khas yang sejuk dan dingin serta lorong-lorong hutan yang menuju tempat persingahan untuk melihat panorama sekitar hutan. Kemudian agak ke selatan kira-kira 2 Km maka akan sampai pada Desa Mangunan padukuhan mangunan, hutan ini terputus lagi ke Selatan sampai sekitar area hutan Gajah Mada dekat Pajimatan "makam Raja-Raja Mataram" di Kecamatan Imogiri.
Sebenarnya jika di kembalikan pada fungsi-fungsi ekosistem hutan pinus yang membentang antara Desa mangunan sampai Desa Terong maka mungkin kita telah membantu bumi dalam menangani efek pemanasan global. Disamping juga dapat menjadi filter udara dan suhu peralihan antara angin darat dan angin laut sehingga alam menjadi lebih stabil dan kemungkinan bahaya tanah longsor dapat di tekan.
Namun kesadaran ini mungkin menjadi sulit di wujudkan karena banyak hal yang di anggap lebih penting dari pada sekedar nanam pohon pinus yang efeknya dapat di rasakan lama. Nah karena itulah hutan ini sementara ini baru bisa berfungsi untuk memberikan kepuasan anak-anak muda yang butuh kesejukan PLUS PLUS Tidak percaya !!!!! Pasang kamera tersembunyi di lorong-lorong hutan dan anda akan lihat buktinya.
Sumber Foto : http://pemburufotoalam.blogspot.com/

2 Melu Omong:

Wakino mengatakan...

bang sing nebang kayu yo mandhore dhewe

Mas Koetot mengatakan...

Kalo tidak salah, pada saat hujan di sertai angin kencang pada bulan januari 2011, terjadi penjarahan kayu-kayu yang tumbang akibat angin yang terlalu kencang...

Posting Komentar

Saksampunipun Maos Nyuwun dipon Unek-Unekken