Tampilkan postingan dengan label Dlingo Dalam Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dlingo Dalam Berita. Tampilkan semua postingan

Gema Angkasa Menjadi Official Media Dalam Jogja International Furniter & craft Fair Indonesia 2017

Dlingo : 13 - 16 Maret 2017 : Gema Angkasa ditunjuk untuk menjadi salah satu Official Media dalam acara JIFFINA 2017. berikut adalah ringkasan berita dari jiffina.com

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono Ke-10 Senin (13/03/17) meresmikan Pameran Jogja International Furnitur dan Kerajinan JIFFINA di Gedung JEC yang berlangsung selama empat hari, 13 hingga 16 Maret 2017. Pameran Jogja International Furniture and Craft JIFFINA 2017, merupalan pameran furnitur dan kerajinan yang masuk dalam agenda pameran besar di Asia Tenggara, setelah Pameran IFFS di Singapura, Pameran EFE dan MIFF di Malaysia, Pameran VIFA di Vietnam, Pameran TIFF di Thailand, serta Pameran IFEX di Jakarta.

JIFFINA 2017 dengan tema “Indonesia Original Furniture and Craft Resources” mempertemukan antara pembeli atau Buyer dengan Produsen secara langsung selama event berlangsung pada 13 hingga 16 Maret 2017 di Gedung Jogja Expo Center. Menurut Sultan HB X, melalui tema tersebut menegaskan bahwa Indonesia memiliki kekuatan daya tawar yang tinggi. Dengan mengangkat tema Indonesia Original Furniture and Craft Resources menegaskan bahwa kekayaan sumber bahan baku Indonesia adalah kekuatan daya tawar industri mebel dan produk-produk kerajinan”, ungkap Sultan HB X.

Ketua Umum JIFFINA Timbul Raharjo kepada RRI menjelaskan besarnya minat buyer mancanegara untuk furnitur dan kerajinan menggunakan bahan recycle atau bahan lImbah yang hanya bisa ditemui di Indonesia khusunya dari kayu jati bekas yang di poles tipis saat finishing-nya sehingga tekstur urat kayu tetap tampak.

“Yang unik sekarang, bahan-bahan recycle itu sangat diminati oleh para buyers, karena memang tidak ditemukan di negara lain, kecuali di Indonesia, terutama yang Kayu Jati, juga pemanfaatan limbah, limbah ternyata memiliki potensi yang luar biasa, jadi basic limbah ini adalah basic kreativitas, mereka membuat produk-produk dari limbah itu untuk membuat produk yang baru, sebagai hasil kreativitas yang saat ini di Yogyakarta jumlahnya mencapai 7-ribu perajin llimbah kayu”, tutur Timbul Raharjo.

Tercatat Buyer yang sudah registrasi jumlahnya mencapai 492 berasal dari 48 negara, meningkat secara signifikan dibandingkan dengan penyelenggaraan pada tahun sebelumnya. Ketua Pelaksana JIFFINA 2017 Endro Wardoyo mengatakan, berhubung produsen peserta pameran berada di Yogyakarta, Jawa Tengah dan Jawa Timur, maka lebih memudahkan bagi para pembeli atau Buyer untuk melihat langsung dilokasi pembuatan produk furnitur dan kerajinan yang dipamerkan oleh 260 perusahaan, atas fasilitasi dari pihak panitia berupa kendaraan untuk menuju ke lokasi pembuatan mebel yang diminati.

Disela-sela pameran juga digelar talkshow tentang E-Commerce dan Kiat Menembus Pasar On-Line bersama Alex Chung selaku Regional Manager Alibaba.com pada Selasa (14/03/7) pukul 10.00 WIB dilanjutkan dengan Buyer’s Night. Kemudian di hari kedua, Selasa (15/03/17) digelar Talkshow tentang Desain dan Peluang Pasar Mebel dan Kerajinan serta Seminar mengenai Forwarding.

Warga Mangunan Mengejang di Atas Pohon Sebelum Meninggal

Dlingo : TRIBUNJOGJA.COM : Warga Dusun Sukorame, Desa mangunan, Dlingo, Kabupaten Bantul, kaget mendengar Sarman (36) tewas tersengat listrik di atas pohon.

Korban tak sengaja tersentuh kabel listrik, saat memangkas ranting pohon tak jauh dari kediamannya. Kejadian tersebut berlangsung pada Minggu (13/11/2016) pukul 09.00 WIB. "Korban sedang memangkas ranting pohon jati, setelah ditebas rantingnya malah mengenai kabel listrik PLN (Perusahaan Listrik Negara)," jelas Kapolsek Dlingo, AKP Amir Machmud, Minggu (13/11/2016).

Lanjut Amir, selepasnya ranting mengenai kabel listrik, ternyata sebagian rantingnya mengenai korban. Sehingga menyebabkan korban tersengat arus listrik dengan tegangan tinggi. "Akhirnya korban mengalami kejang-kejang di atas pohon. Setelahnya ada warga yang mengetahui, langsung warga berupaya menolong korban yang masih berada di atas pohon," papar dia.

Warga yang pertama kali mengetahui kejadian adalah Suyatno, tetangga korban. Waktu itu melintas di jalan, terus kaget melihat korban kejang-kejang di atas pohon. Lantaran panik, akhirnya ia meminta bantuan ke warga sekitar. Lalu warga bersama-sama berinisiatif menurunkan korban dari atas pohon.

"Setelah dievakuasi dari atas pohon, nyawa korban tidak bisa tertolong saat masih di TKP (Tempat Kejadian Perkara)," ungkap dia. Mendapat laporan ada warga Mangunan tersengat listrik, personel Polsek Dlingo beserta petugas Puskesmas Dlingo mendatangi lokasi.

Usai diperiksa oleh petugas medis, korban murni diduga meninggal karena tersengat listrik. Diduga karena korban kurang hati-hati, saat memangkas ranting pohon yang berdekatan dengan kabel listrik. Lantaran murni kecelakaan, jenazah korban diserahkan ke pihak keluarga untuk dikebumikan. "Pihak keluarga menerima kejadian ini dinyatakan sebagai musibah," beber Amir.

Bhabinkamtibmas Polsek Dlingo Berprestasi

Sindo.com : Dlingo: Kapolda DIY Brigjen Prastha Wahyu Hidayat memberikan penghargaan kepada Bhabinkamtibmas Polsek Dlingo, Bantul Bripka Gangsal Wirajati karena dedikasinya dalam membantu warga.

Bripka Gangsal mampu menunjukkan jati dirinya sebagai sosok polisi yang humanis dan suka membantu warga seperti yang diinginkan oleh Brigjen Prasta Wahyu Hidayat. “Mengabdilah dengan hati, dan terus lakukan kebaikan untuk masyarakat,” ujar Kapolda usai menyerahkan secara langsung penghargaan kepada anggotanya tersebut. Salah satu terobosan yang dilakukan Gangsal adalah, menggerakkan warga di bidang pertanian dan usaha produksi pangan atau kuliner.

Warga diajak untuk menanam kacang hijau yang hasil panennya diambil oleh Gangsal untuk kemudian di produksi menjadi bakpia makanan oleholeh khas Kota Yogyakarta yang sangat populer. Hal tersebut tentunya menjadi sebuah terobosan positif karena memberikan kegiatan positif bagi warga. Dengan kegiatan tersebut, warga memiliki sumber ekonomi baru yang bisa dimanfaatkan untuk memperoleh penghasilan bagi kebutuhan hidupnya. “Totalitas yang diberikan untuk mengabdi kepada masyarakat harus dihargai lebih,” kata Prasta.

Bripka Gangsal Wirajati menyebut, seorang Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) harus bisa mendekatkan diri dengan masyarakat. Salah satu strategi yang bisa dilakukan untuk mewujudkannya adalah dengan melakukan komunikasi sosial secara kontinu dengan masyarakat.

“Blusukan dan bertemu langsung dengan masyarakat. Kami bisa memotret langsung kondisi masyarakat. Dari situ berbagai kegiatan bisa dilakukan untuk mendorong masyarakat lebih maju lagi dan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat bisa tetap terjaga,” katanya.

Kini komitmen untuk memberikan yang terbaik dari pengampu Bhabinkamtibmas untuk Desa Terong, Dlingo tersebut telah terbayarkan. Kedekatan dengan masyarakat tercapai, dan hasilnya kinerja yang diberikan mendapatkan penghargaan dan apresiasi positif dari pimpinannya.

Ponikem Ditemukan Di Sungai Oya Dlingo

Dlingo : tribratanewsbantul.com: Ponikem (53 tahun) warga Dusun Dodogan RT 02, Desa Jatimulyo, Kecamatan Dlingo ditemukan meninggal dunia di sungai Oya, Dusun Dodogan RT 03, Jatimulyo, Dlingo, Selasa, 13 September 2016 sekitar pukul 06.00 Wib. Kapolsek Dlingo yang memimpin langsung proses evakuasi korban mengungkapkan, korban sebelumnya telah dilaporkan hilang oleh pihak keluargannya.

Korban diketahui meninggalkan rumah pada hari Senin, 12 September 2016 pukul 05.00 Wib. Keluarga dengan dibantu oleh warga kemudian berusaha untuk melakukan pencarian di sekitar rumah, namun korban tidak ditemukan. Akhirnya pada hari Selasa, 13 September 2016 pukul 06.00 Wib korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia di Sungai Oya. Korban pertama kali ditemukan oleh saksi Kasman (60 tahun) dan Paijan (55 tahun) yang merupakan tetangga korban.

Temuan tersebut selanjutnya dilaporkan kepada warga yang kemudian diteruskan ke Polsek Dlingo. Petugas Kepolisian yang datang ke lokasi, dengan dibantu warga langsung melakukan evakuasi terhadap korban. Setelah diadakan pemeriksaan oleh medis Puskesmas Dlingo I Dr. Ema dan Tim Inafis Polres Bantul di tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan dan selanjutnya jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

Koramil Dlingo Bantu Korban Tanah Longsor

Dlingo : radarsemarang.com: Danramil 11/Dlingo Kodim 0729/Bantul Kapten Inf Surono memimpin langsung karya bakti di rumah Maryono, Dusun Seropan I RT 03 Muntuk, Dlingo, Bantul, yang terkena bencana longsor akibat hujan deras, beberapa waktu lalu.

“Jumlah personel dari Koramil 11 orang, yang longsor tebing belakang rumah dengan tinggi 6 meter dan lebar 9 meter. Beruntung tidak ada korban jiwa. Namun atap rumah rusak berat tertimpa pohon dan tembok kamar belakang juga retak tertimpa longsor,” ujar Surono, saat ditemui disela kegiatannya.
 

Dia mengimbau kepada masyarakat yang tinggal di daerah rawan longsor untuk berhati-hati dan waspada bila terjadi hujan deras. Utamanya saat hujan malam hari. “Bila terjadi tanda-tanda tanah longsor, sebaiknya menjauh dari posisi tebing, hal itu untuk meminimalisir korban jiwa,” katanya. Pihaknya juga meminta agar masyarakat menanam tanaman berakar tunggang untuk menahan tanah agar tidak mudah longsor. Surono juga berterimakasih kepada masyarakat di sekitar tempat kejadian yang secara gotong royong melaksanakan kerja bakti membantu korban. “Mereka dengan sukarela mulai dari yang muda sampai yang tua sangat kompak melaksanakan gotong royong,” tambahnya.

Dinkes Bantul Uji Sampel Makanan Penyeban Keracunan Massal di Dlingo

Dlingo : TRIBUNJOGJA.COM : Menindaklanjuti keracunan masal terjadi pada puluhan warga dusun Rejosari, Jatimulyo,Dlingo, Dinkes Bantul segera melakukan uji laboratorium untuk menyelidiki penyebab keracunan.

Kepala Dinkes Bantul, drg Maya Sintowati Pandji mengungkapkan usai mendapat kabar adanya keracunan masal, tim langsung dikerahkan untuk memastikan jumlah dan kondisi korban serta mencari tahu makanan yang menjadi penyebab keracunan.

"Sampel makanan juga sudah diselamatkan dan dibawa ke balai laboratorium kesehatan provinsi," ujarnya pada Senin (28/3/2016).

Maya mengungkapkan kondisi setelah keracunan masal sudah aman dan terkendali karena sebagian besar korban sudah membaik dan pulang serta menyisakan satu orang yang masih dirawat namun kondisinya disebutnya juga makin membaik.

Maya mengungkapkan para korban yang keracunan mengalami mual-mual, muntah, diare, dan pusing-pusing. Meski begitu pihaknya belum bisa memastikan apa penyebab pasti keracunan tersebut karena hasil lab mengenai sampel makanan belum keluar.

"Kemungkinan karena makanan itu, bisa karena kerupuknya, bisa santannya, bisa cara memasaknya, tapi kita masih menunggu biasa di lab hasilnya keluar dalam satu minggu," ungkapnya.

Pj Kepala Desa Jatimulyo, Sunoto mengungkapkan awal keracunan masal terjadi saat ada kegiatan hajatan peringatan 1000 hari kematian warga, dalam hajatan tersebut mereka bersama-sama memakan gulai kambing yang dimasak secara gotong-royong (rewangan).

"Sorenya mual muntah dirasakan warga lalu dibawa ke puskesmas," ungkapnya

Menurutnya, pada awalnya ada 41 warga mengalami keracunan namun pada malam harinya bertambah lima orang menjadi 46 korban.

Kondisi sejumlah korban menurutnya sudah membaik dan yang dirawat hampir semua sudah dibawa pulang.

"Sampai tadi pagi saya cek masih ada satu orang di puskesmas (yang dirawat)," tuturnya.

Dinkes Bantul menurutnya juga telah mengambil sampel makanan gulai kambing yang dimakan warga saat hajatan tersebut. Warga menurutnya juga tidak akan mempermasalahkan kejadian tersebut pada pemilik hajatan.
 
"Sejauh ini tidak ada komplain dari warga kepada pihak yang memiliki hajatan, karena ini kejadian yang tidak disengaja," tuturnya 

Minim Rambu dan LPJU, Jalan di Dlingo Rawan Kecelakaan

 
Anggota Koramil Dlingo dan Polsek Dlingo membersihkan pasir yang diturunkan kendaraan di tengah jalan karena tidak kuat naik. 
 
Dlingo : KRjogja.com : Minimnya pagar pengaman dan lampu penerangan jalan umum (LPJU) di ruas jalan Kaliurang Dlingo Bantul membuat rawan kecelakaan. Selain diwilayah itu, minimnya rambu di wilayah Dlingo lainnya juga dikeluhkan warga.

Dampak dari kondisi itu dikhawatirkan pada banyaknya kecelakaan. Sejauh ini di jalan tanjakan itu kerap terjadi kendaraan mlorot. Kasus  terakhir sebuah mobil pick up  terperosok masuk ke dalam jurang.

Kasi Trantib Kecamatan Dlingo Margono SIP, Rabu (4/11) mengungkapkan, sebenarnya untuk pagar pengaman di ruas jalan Kaliurang sudah ada. Persoalannya pagar yang berada tepat dijalan menanjak sudah tidak sempurna dan rusak. "Pengamannya ada, tapi sudah rusak, sampai sekarang belum dilakukan perbaikan, sehingga ketika kendaraan tidak kuat seperti kemarin langsung masuk jurang," jelasnya. Dalam beberapa kasus kecelakaan, kendaraan langsung terperosok masuk jurang karena pengamannya hampir tidak berfungsi.

Menurut Margono, kebutuhan paling mendasar lainnya di ruas jalan di Dlingo,  rambu-rambu serta LPJU.  Rambu tersebut sangat penting untuk memberikan informasi terkait kondisi medan jalan kepada masyarakat. "Jika warga Dlingo tentu sudah paham medan, persoalan jadi lain ketika orang yang belum pernah masuk Dlingo," ujar Margono. Dengan kondisi seperti itu, mestinya pihak berwenang secepatnya memasang rambu dan pengaman di ruas jalan yang berpotensi menimbulkan kecelakaan.

Kepala Bidang (Kabid) Keselamatan Teknik Sarana Prasarana (KTSP) Dishub Bantul, Singgih Riyadi SE MM mengatakan, pihaknya sudah melakukan inventarisir  dan sudah diusulkan ke DIY. Karena  ruas jalan tersebut masuk usulan Pemda Bantul sebagai jalan alternatif Yogja – Wonosari. “Saya  cek lagi kalo perlu kita agendakan dengan APBD 2016, prinsipnya kami siap,” jelasnya.

Sementara dari pantauan KR dilapangan, Rabu (4/11),  Koptu Riyanto dari Koramil Kecamatan Dlingo Bantul dan  Bripka Hermansyah dari Polsek Dlingo bersama masyarakat melakukan penjagaan di jalan tanjakan tersebut. Langkah tersebut dilakukan karena beberapa kendaraan roda empat tidak kuat naik dan mundur. Bahkan sebuah kendaraan pengakut pasir harus mengurangi muatannya  lantaran tidak mampu melewati jalan menanjak. "Ini tadi ada proses evakuasi kendaraan dari jurang, sehingga jalan ini kami jaga, banyak kendaraan tidak kuat," ujar Hermansyah.

JUARA LOMBA UPACARA SEKOLAH TINGKAT KABUPATEN BANTUL ASAL DLINGO

Dlingo : kesbangpol.bantulkab.go.id : inilah sekolah yang mendapat nilai tertinggi dalam Lomba Upacara Tingkat Kabupaten Bantul Tahun 2015 dan dinyatakan sebagai pemenang. Urutannya adalah sebagi berikut :
JUARA TINGKAT SD / MI
Juara  I
;
SDN 2 Padokan, Kasihan
Juara  II
;
SDN 2 Temuwuh, Dlingo
Juara  III
;
SDN 3 Imogiri
Juara Harapan I
;
SDN  Grogol, Bambanglipuro
Juara Harapan II
;
SDN  Tirtomulyo, Kretek
Juara Harapan III
;
SDN 1 Sendangsari, Pajangan


JUARA TINGKAT SLTP / MTs

Juara  I
;
SMPN 2 Dlingo
Juara  II
;
SMPN 2 Bambanglipuro
Juara  III
;
SMPN 1 Jetis
Juara Harapan I
;
SMPN 1 Srandakan
Juara Harapan II
;
SMPN 3 Pajangan
Juara Harapan III
;
SMPN 1 Banguntapan


JUARA TINGKAT SLTA / MAN

Juara  I
;
SMAN 1 Jetis
Juara  II
;
SMKN 1 Pleret
Juara  III
;
SMAN 1 Bantul
Juara Harapan I
;
SMAN 1 Dlingo
Juara Harapan II
;
SMAN 1 Pajangan
Juara Harapan III
;
SMAN 1 Sanden

Minim Rambu dan LPJU, Jalan di Dlingo Rawan Kecelakaan

Dlingo :krjogja.com: Minimnya pagar pengaman dan lampu penerangan jalan umum (LPJU) di ruas jalan Kaliurang Dlingo Bantul membuat rawan kecelakaan. Selain diwilayah itu, minimnya rambu di wilayah Dlingo lainnya juga dikeluhkan warga.

Dampak dari kondisi itu dikhawatirkan pada banyaknya kecelakaan. Sejauh ini di jalan tanjakan itu kerap terjadi kendaraan mlorot. Kasus terakhir sebuah mobil pick up terperosok masuk ke dalam jurang.

Kasi Trantib Kecamatan Dlingo Margono SIP, Rabu (4/11) mengungkapkan, sebenarnya untuk pagar pengaman di ruas jalan Kaliurang sudah ada. Persoalannya pagar yang berada tepat dijalan menanjak sudah tidak sempurna dan rusak. "Pengamannya ada, tapi sudah rusak, sampai sekarang belum dilakukan perbaikan, sehingga ketika kendaraan tidak kuat seperti kemarin langsung masuk jurang," jelasnya. Dalam beberapa kasus kecelakaan, kendaraan langsung terperosok masuk jurang karena pengamannya hampir tidak berfungsi.

Menurut Margono, kebutuhan paling mendasar lainnya di ruas jalan di Dlingo, rambu-rambu serta LPJU. Rambu tersebut sangat penting untuk memberikan informasi terkait kondisi medan jalan kepada masyarakat. "Jika warga Dlingo tentu sudah paham medan, persoalan jadi lain ketika orang yang belum pernah masuk Dlingo," ujar Margono. Dengan kondisi seperti itu, mestinya pihak berwenang secepatnya memasang rambu dan pengaman di ruas jalan yang berpotensi menimbulkan kecelakaan.

Kepala Bidang (Kabid) Keselamatan Teknik Sarana Prasarana (KTSP) Dishub Bantul, Singgih Riyadi SE MM mengatakan, pihaknya sudah melakukan inventarisir dan sudah diusulkan ke DIY. Karena ruas jalan tersebut masuk usulan Pemda Bantul sebagai jalan alternatif Yogja – Wonosari. “Saya cek lagi kalo perlu kita agendakan dengan APBD 2016, prinsipnya kami siap,” jelasnya.

Sementara dari pantauan KR dilapangan, Rabu (4/11), Koptu Riyanto dari Koramil Kecamatan Dlingo Bantul dan Bripka Hermansyah dari Polsek Dlingo bersama masyarakat melakukan penjagaan di jalan tanjakan tersebut. Langkah tersebut dilakukan karena beberapa kendaraan roda empat tidak kuat naik dan mundur. Bahkan sebuah kendaraan pengakut pasir harus mengurangi muatannya lantaran tidak mampu melewati jalan menanjak. "Ini tadi ada proses evakuasi kendaraan dari jurang, sehingga jalan ini kami jaga, banyak kendaraan tidak kuat," ujar Hermansyah.

Kebakaran Terjadi di Hutan Pinus di Dlingo

Dlingo : beritadetik.com: insiden kebakaran lahan kembali terjadi di Bantul. Kali ini si jago merah sempat berkobar di lahan milik Perhutani Blok Sudimoro yang tepatnya terdapat di Banjarharjo 2 Muntuk, Dlingo, Bantul, Kamis (5/11/2015) siang.

barah sempat membakar beberapa pohon yang terdapat di hutan pinus tadi sebelum akhirnya barah bisa dijinakkan sang pemadam kebakaran BPBD Bantul. Kebakaran tadi terjadi sekitar pukul 14.30 WIB dan pertama kali diketahui sang seseorang warga bernama Ngadiono yang menerawang kobaran barah, beberapa warga kemudian segera melaporkannya ke pemadam kebakaran.

“Kita bisa laporan sekitar pukul 14.30 WIB, begitu mendapat laporan satu armada kita langsung meluncur ke TKP,” ungkap salah seseorang anggota Pemdama Kebakaran BPBD Bantul, Tri.

Lokasi kebakaran yang agak jauh membentuk proses pemadam agak terhambat, sekitar 30 mnt kemudian petugas sudah sampai di TKP dan segera melakukan proses pemadaman.

Tidak lama kemudian barah bisa segera dipadamkan dan tidak sampai menjalar ke tempat hutan pinus.

“Ya laba saja tidak sampai masuk ke hutan jadi kita mudah dalam penyemprotan, apalagi lokasinya pula dekat dengan jalan raya,” ungkapnya.Tidak terdapat korban jiwa dalam insiden ini, hanya beberapa pohon sempat hangus hasil disambar si jago merah.

Tradisi Unik Warga Pokoh II Siapkan Ternak untuk Dikurban

DLINGO:TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Menjelang Idul Adha, warga Pokoh II, Dlingo punya cara unik untuk mempersiapkan kondisi ternaknya untuk dijadikan hewan kurban. Hewan ternak berupa sapi dan kambing diarak keliling kampung lalu di sebuah mata air.

Ternak-ternak didoakan dan dibasahi dengan air kembang tujuh rupa, bahkan ternak juga ikut memakan gudangan kenduri yang telah didoakan. Kepala Dusun Pokoh II Hariyono mengungkapkan tradisi ini sebetulnya telah ada turun temurun dari para leluhur mereka. Namun seiring perkembangan jaman agak terlupakan sehingga baru tahun ini diadakan kembali.
"Kita berkeyakinan sebelum dikurbankan, hewan-hewan harus suci sehingga waktu dikorbankan lebih baik lagi diterima amal kita," katanya pada Rabu.

Lomba Upacara Tingkat Sekolah

Dlingo : Info Bantul : Senin pagi 21/9  Tim Evaluasi Upacara Kabupaten melakukan penilaian terhadap pelaksaaan upacara di 3 sekolah di Kec. Dlingo yakni SDN 2 Temuwuh, SMPN 2 Dlingo dan SMAN 1 Dlingo . Ketiga sekolah dari tingkat sekolah yang berbeda di Kecamatan Dlingo tersebut merupakan wakil Ex Tuti Timur maju lomba di tingkat kabupaten. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut penilaian tingkat Ex Tuti yang telah dilaksanakan beberapa waktu lalu.

Pelaksanaan evaluasi berjalan lancar dan tinggal menunggu  rekapitulasi hasil penilaian tingkat kabupaten untuk selanjutnya diumumkan pemenangnya.Lomba upacara ini diadakan oleh Kantor Kesbangpol Kabupaten Bantul bertujuan memelihara dan meningkatkan nilai atau rasa kebangsaan dan cinta tanah air bagi generasi muda melalui sekolah-sekolah.
 
 

Pendidikan Polisi Cilik SD 2 Temuwuh

Dlingo : humas Polsres bantul : Setiap pagi hari seluruh anggota Polsek Dlingo melaksanakan pos pagi turun ke jalan jalan di tempat tempat rawan lakalantas seperti di penggal penggal jalan dan di depan sekolahan untuk mengatur arus lalulintas agar arus lancar dan aman tertib.
Seperti yang dilakukan oleh Iptu Ari Hardono dan Brigadir Sugiyanto pada hari Senin tanggal 21 September 2015, mereka melaksanakan pos pagi di depan SD 2 Temuwuh mengatur arus lalulintas dan membantu menyeberangkan para siswa SD yang akan masuk sekolah untuk menghindari terjadinya hal hal yang tidak diinginkan. begitu juga anggota lainya melakukan hal yang sama ditempat lainya.
Waktu pos pagi dimulai jam 06.00 sampai 08.00 Wib. Titik lokasi pos pagi beserta personil sudah ditetapkan sesuai jadwal yang telah disusun berdasarkan analisis kerawanan Kamtibselcar Lantas (Keamanan Ketertiban Keselamatan dan Kelancaran Arus Lalu Lintas).
Disamping mengatur arus lalulintas anggota juga selalu senantiasa mengingatkan setiap pengguna jalan yang belum memiliki kesadaran akan keselamatan melalui teguran simpatik edukatif, sehingga akhirnya seluruh masyarakat memiliki kesadaran hukum yang tinggi dalam berlalulintas. Dengan demikian ketertiban berlalulintas Khususnya di wilayah Dlingo menjadi tinggi sehingga menurunkan angka kecelakaan.
Kegiatan ini dilaksanakan guna menciptakan kelancaran, keamanan dan ketertiban arus lalulintas di pagi hari.

98 Persen Casis SMAN 1 Dlingo Siswa Miskin

Dlingo : KRjogja.com : SMAN 1 Dlingo menerima 98 persen calon siswa (casis) yang masuk ke sekolah tersebut dalam kuota siswa miskin.

Kepala SMAN 1 Dlingo, Sandra Bayu Kurniawan, MPd menuturkan dirinya berani membuat keputusan memasukkan casis SMAN 1 Dlingo ke dalam kuota siswa miskin atas dasar pertimbangan beberapa hal.
"Saya sengaja melakukan gebrakan ini. Berdasarkan pengalaman sebelumnya, kuota siswa SMAN 1 Dlingo jarang sekali terpenuhi 100 persen. Selain kebanyakan siswa Dlingo miskin, gairah bersekolah mereka rendah. Daripada mereka lulus SMP langsung nikah dengan alasan tak ada biaya, lebih baik mereka bersekolah dengan biaya gratis," tegas Bayu.

Bayu menuturkan terobosan ini merupakan salah satu dari beberapa hal yang akan dirinya lakukan untuk memajukan kawasan Dlingo terutama dalam hal pendidikan. "Sekolah tidak akan membebani siswa dengan biaya. Mereka hanya berkewajiban sekolah. Yang penting masuk sekolah dulu. Biaya nomor dua. Maka saya optimalkan guru PNS supaya dapat jam mengajar yang memenuhi syarat sertifikasi dan bersemangat mengajar mereka," jelas Bayu.

Adapun kuota siswa miskin SMAN 1 Dlingo awalnya sebanyak 10 kursi, namun saat ini menjadi 81 casis yang masuk ke SMAN 1 Dlingo melalui jalur siswa miskin. Sedangkan jumlah siswa keseluruhan sebanyak 96 siswa yang masuk. Dengan dimasukkannya hampir seluruh siswa ke kuota miskin, SMAN Dlingo yang sebelumnya selalu kekurangan siswa menjadi langsung terpenuhi

12 Jaringan Irigasi Jatimulyo diperbaiki dengan anggaran 1,5 Miliar

Dlingo : Bantulkab : Wilayah Kecamatan Dlingo Kabupaten Bantul, merupakan daerah pegunungan yang banyak mengandalkan curah hujan dalam pertanian. Untuk mendukung perbaikan hasil panen, tahun 2015 akan ada peningkatan jaringan irigasi di 12 daerah dengan luasan masing-masing 1.000 meter.

Program peningkatan jaringan irigasi pertanian ilakukan untuk mendukung ketahanan pangan. Irigasi dan pertanian dua hal yang saling berkaitan, keduanya harus bias berjalan bersama, hal tersebut dikatakan Bupati bantul, Hj. Sri Suryawidati, usai meletakkan batu pertama perbaikan irigasi, di dusun Maladan, Jatimulyo, Dlingo.

Lebih lanjut dikatakan di wilayah Dlingo, saat ini hasil produksi padi mampu mencapai 7 ton/h walaupun kondisinya kurang air. Harapannya dengan peraikan irigasi akan meningkat menjadi 7,5 ton/h atau lebih.

Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) Kab. Bantul, Yulianto menjelaskan , hingga kini di Dlingo ada 12 daerah aliran irigasi yang mengampu seluruh wilayah kecamatan. Keberadaan 12 jaringan tersebut saat ini belum mampu mengairi 1.000 hektar, sementara lahan pertanian luasnya mencapai 1.000 hektar. Jaringan air irigasi yang direhabilitasi tidak semua sama, ada yang di rehab pada bagian sumurnya namun ada yang direhab bagian bendungan atau pasangannya. Anggaran dari APBD yang disiapkan sebesar Rp. 1,5 Miliar.
Mulai hari ini Senin, 13 April 2015 sampai dengan Jumat 17/4 di Kantor Pos Cabang Dlingo disalurkan dana Program Simpanan Keluarga Sejahtera (PSKS) Tahap II bagi 5.881 KK di Kecamatan Dlingo. Hari ini masyarakat dari desa Dlingo (613KK) dan Mangunan (695 KK) sejumlah 1.308 KK menerima dana masing-masing Rp.600 ribu untuk penerimaan 3 bulan.
Meskipun diharapkan dana yang disalurkan menjadi simpanan, namun kebanyakan mereka mengambil tunai keseluruhan penerimaan tahapan ini dengan alasan banyak kebutuhan yang membutuhkan pendanaan. Sampai dengan tulisan ini diunggah pelaksanaan hari pertama penyaluran dana PSKS berjalan tertib, aman dan lancar.
Jadwal selanjutnya Selasa 14/4 untuk desa Muntuk sejumlah 1.221 KK, Rabu 15/4 untuk desa Jatimulyo sejumlah 940 KK, Kamis 16/4 untuk desa Terong sejumlah 741 KK dan Jumat 17/4 untuk desa Temuwuh sejumlah 871 KK.
Ketertiban, keamanan dan kelancaran pelaksanaan penyaluran dana PSKS tergantung juga bagaimana masyarakat mau mengacu kepada jadwal jam-jam layanan untuk masing-masing pedukuhan yang telah disampaikan informasinya melalui dukuh masing-masing, sehingga antrean tidak menumpuk atau terlalu panjang. Dalam kegiatan ini personil Polsek Dlingo mengadakan pengamanan hingga hari Jumat tanggal 17 April.
- See more at: http://humas.polri.go.id/berita/Pages/ANGGOTA-----POLSEK----DLINGO------AMANKAN---PENCAIRAN----DANA--BANTUAN----PSKS.aspx#sthash.qr1rNyDP.dpuf
Mulai hari ini Senin, 13 April 2015 sampai dengan Jumat 17/4 di Kantor Pos Cabang Dlingo disalurkan dana Program Simpanan Keluarga Sejahtera (PSKS) Tahap II bagi 5.881 KK di Kecamatan Dlingo. Hari ini masyarakat dari desa Dlingo (613KK) dan Mangunan (695 KK) sejumlah 1.308 KK menerima dana masing-masing Rp.600 ribu untuk penerimaan 3 bulan.
Meskipun diharapkan dana yang disalurkan menjadi simpanan, namun kebanyakan mereka mengambil tunai keseluruhan penerimaan tahapan ini dengan alasan banyak kebutuhan yang membutuhkan pendanaan. Sampai dengan tulisan ini diunggah pelaksanaan hari pertama penyaluran dana PSKS berjalan tertib, aman dan lancar.
Jadwal selanjutnya Selasa 14/4 untuk desa Muntuk sejumlah 1.221 KK, Rabu 15/4 untuk desa Jatimulyo sejumlah 940 KK, Kamis 16/4 untuk desa Terong sejumlah 741 KK dan Jumat 17/4 untuk desa Temuwuh sejumlah 871 KK.
Ketertiban, keamanan dan kelancaran pelaksanaan penyaluran dana PSKS tergantung juga bagaimana masyarakat mau mengacu kepada jadwal jam-jam layanan untuk masing-masing pedukuhan yang telah disampaikan informasinya melalui dukuh masing-masing, sehingga antrean tidak menumpuk atau terlalu panjang. Dalam kegiatan ini personil Polsek Dlingo mengadakan pengamanan hingga hari Jumat tanggal 17 April.
- See more at: http://humas.polri.go.id/berita/Pages/ANGGOTA-----POLSEK----DLINGO------AMANKAN---PENCAIRAN----DANA--BANTUAN----PSKS.aspx#sthash.qr1rNyDP.dpuf
Mulai hari ini Senin, 13 April 2015 sampai dengan Jumat 17/4 di Kantor Pos Cabang Dlingo disalurkan dana Program Simpanan Keluarga Sejahtera (PSKS) Tahap II bagi 5.881 KK di Kecamatan Dlingo. Hari ini masyarakat dari desa Dlingo (613KK) dan Mangunan (695 KK) sejumlah 1.308 KK menerima dana masing-masing Rp.600 ribu untuk penerimaan 3 bulan.
Meskipun diharapkan dana yang disalurkan menjadi simpanan, namun kebanyakan mereka mengambil tunai keseluruhan penerimaan tahapan ini dengan alasan banyak kebutuhan yang membutuhkan pendanaan. Sampai dengan tulisan ini diunggah pelaksanaan hari pertama penyaluran dana PSKS berjalan tertib, aman dan lancar.
Jadwal selanjutnya Selasa 14/4 untuk desa Muntuk sejumlah 1.221 KK, Rabu 15/4 untuk desa Jatimulyo sejumlah 940 KK, Kamis 16/4 untuk desa Terong sejumlah 741 KK dan Jumat 17/4 untuk desa Temuwuh sejumlah 871 KK.
Ketertiban, keamanan dan kelancaran pelaksanaan penyaluran dana PSKS tergantung juga bagaimana masyarakat mau mengacu kepada jadwal jam-jam layanan untuk masing-masing pedukuhan yang telah disampaikan informasinya melalui dukuh masing-masing, sehingga antrean tidak menumpuk atau terlalu panjang. Dalam kegiatan ini personil Polsek Dlingo mengadakan pengamanan hingga hari Jumat tanggal 17 April.
- See more at: http://humas.polri.go.id/berita/Pages/ANGGOTA-----POLSEK----DLINGO------AMANKAN---PENCAIRAN----DANA--BANTUAN----PSKS.aspx#sthash.qr1rNyDP.dpuf

Kebun Buah Mangunan Belum Berkontribusi ke PAD

Dlingo : sindo.com Sejak didirikan pertamakali hingga 2014 silam, Kebun Buah Mangunan belum memberikan kontribusi positif terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Bantul.

Kontribusi retribusi tiket masuk yang diharapkan bisa membantu keuangan daerah ternyata belum bisa dilaksanakan secara maksimal. Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan (Dispertahut) Kabupaten Bantul Partogi Dame Pakpahan mengakui, retribusi paket wisata di Kebun Buah Mangunan belum memberikan kontribusi positif terhadap PAD Bantul.

Penghasilan penjualan tiket masuk kebun buah belum bisa menutupi biaya operasional untuk menjaga dan mengembangkan area seluas 23,4 hektare di Desa Temuwuh Kecamatan Dlingo ini.“Dalam hitungan, kami memang masih jauh dari impas,” katanya di selasela acara penanaman pohon durian oleh Bupati Bantul Sri Suryawidati, kemarin.

Partogi menyebutkan, setiap tahun rata-rata penjualan tiket masuk di Kebun Buah Mangunan mencapai angka Rp500 juta. Jumlah tersebut belum mampu mencukupi biaya operasional pemeliharaan dan pengembangan wilayah ini. Sampai saat ini, kebun buah tersebut masih dalam taraf pengembangan baik berkaitan dengan sarana dan prasarana ataupun varietas tanaman.

Pihaknya bertekad akan mempertahankan keberadaan dan mengembangkan Kebun Buah Mangunan ini. Meskipun sam pai saat ini, tanaman-tanaman buah yang dibudidayakan di kawasan Kebun Buah Mangunan belum berbuah maksimal, sehingga manfaat positif belum begitu terasa.

Karena menurutnya, Kebun Buah Mangunan dibangun bukan semata-mata berorientasi pada keuntungan material saja, tetapi ada sisi lain yang ingin digapai pemkab. “Ada sisi pemberdayaan masyarakat yang ingin kami gapai,” ucapnya.

Saat ini, setidaknya ada sekitar 4.235 batang pohon buah yang dibudidayakan di Kebun Buah Mangunan ini. Berbagai tanaman buah seperti durian, belimbing, rambutan, sirsak madu, jambu, pisang, ataupun sri kaya sengaja ditanam agar masyarakat bisa memanfaatkan buahnya. Masyarakat juga diperkenankan untuk menjual buah-buah yang mereka tanam di area Kebun Buah Mangunan tanpa dipungut retribusi.

Selain itu, semangat untuk menanami lahan kritis dengan tanaman bermanfaat bisa terus terjaga terlebih kawasan Mangunan merupakan salah satu yang sebelumnya masuk dalam area rawan longsor. Dengan tetap mempertahankan lahan Kebun Buah Mangunan ini maka diharapkan dapat mengurangi kawasan rawan bencana. “Kebun Buah Mangunan ini dulunya lahan kritis. Dengan adanya tanaman buah ini, maka keseimbangan alam akan terjaga,” katanya.

Sebelumnya, Komisi B DPRD Bantul pernah melakukan inspeksi di Kebun Buah Mangunan. Mereka menyoroti beberapa hal di antaranya belum mak simalnya retribusi yang diberikan Kebun Buah Mangunan hingga berkurangnya jumlah sapi-sapi bantuan dari pemerintah untuk masyarakat di sekitar tempat tersebut.

Angin Kencang, Rumah Warga Dodogan Rusak

Dlingo : daerah.sindonews - Hujan disertai angin kencang yang melanda sebagian Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), mulai membawa dampak kerusakan. Setidaknya, empat rumah rusak, satu di antaranya bahkan roboh akibat tiupan angin kencang yang menyertai hujan tersebut.

Rumah milik Samiran (65), warga RT 03 Dusun Dodogan, Desa Jatimulyo, Kecamatan Dlingo, rata dengan tanah akibat angin kencang tersebut. Selain rumah milik Samiran, tiga rumah lainnya juga mengalami kerusakan meskipun tidak begitu parah.

Rumah yang rusak di antaranya milik Jumiyo, Lasi, dan Ngadirah. Akibat kejadian tersebut, Samiran masih shock. Berdasarkan keterangan kerabat Samiran, Kholis Munandar (29), hujan turun di kawasan Dlingo sejak pukul 11.30 WIB. Hujan tersebut disertai angin kencang.
"Sebelumnya, mendungnya memang terlihat sangat hitam," ujarnya, Selasa (11/11/2014).

Pukul 12.00 WIB, angin berembus sangat kencang. Tiba-tiba, rumah kayu yang ditinggali Samiran dan keluarganya langsung ambruk rata dengan tanah. Samiran yang berada dalam rumah berhasil menyelamatkan diri. Sementara, anak dan istri Samiran tidak berada di rumah.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, beberapa peralatan elektronik dan perabotan rumah tangga hancur

Pelantikan Pamong Desa Baru Desa Jatimulyo Kecamatan Dlingo

Dlingo : setda.bantulkab.go.id: Pelaksanaan pelantikan pamong desa baru di Balai Desa Jatimulyo Kecamatan Dlingo pada hari Kamis tanggal 20 Agustus 2014 terdiri dari 1 orang dukuh yaitu Dukuh Dodogan, Sdr. Suwardi dan 3 orang Staf Desa yaitu Sdr. Heru Sarjono, Sdr. Suyoto, dan Sdri. Sri Wahyuni.

Acara pelantikan dimulai pada pukul 09.00 Wib dengan dihadiri oleh jajaran muspika, unsur BPD, tokoh masyarakat dan juga dari Bagian Pemerintahan Desa Setda Kabupaten Bantul. Adapun yang melantik adalah Lurah Desa Jatimulyo Bp. Paimo.

Dalam kesempatan itu Lurah Desa menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bpk. Sugino selaku Dukuh yang lama dan ucapan selamat kepada Dukuh baru dan staf desa yang baru serta menyampaikan pesan agar pamong desa yang baru segera menyesuaikan diri dengan lingkungan pemerintah desa Jatimulyo. Dalam kesempatan yang sama Camat Dlingo Drs. Susanto juga menyampaikan agar pamong desa yg baru segera mempelajari aturan-aturan yang berkaitan dengan tugas pokok dan fungsi masing-masing.

PEMASANGAN CERMIN CEMBUNG LALU-LINTAS DI RUAS JALAN IMOGIRI-DODOGAN

Dlingo: Kec-Dlingo.bantulkab.com: Para pengendara mobil dan motor dan moda transportasi lainnya yang melintas jalan Imogiri-Dodogan akan melihat sarana keamanan lalu- lintas berupa cermin cembung dipasang di beberapa titik persimpangan maupun belokan jalan. 
 
Fungsi sarana ini tentunya untuk meningkatkan keamanan berlalu-lintas di jalur yang sudah dikenal banyak belokan dan naik-turun dan juga ditambah lebar jalan yang sempit untuk ukuran jalan provinsi. Dengan sarana tersebut pengemudi bisa melihat keberadaan orang/kendaraan yang akan berpapasan di depan, dan bila tanpa sarana ini pengemudi tidak akan melihat keberadaan orang/kendaraan tadi sebab pandangan terhalang.

Harapannya masyarakat luas dapat ikut menjaga keberadaan fasilitas publik ini dari vandalisme corat-coret di fasilitas publik, perusakan dan bahkan pencurian. Sehingga dengan demikian kemanfaatan sarana di atas bisa optimal untuk mencegah terjadinya laka-lantas.

Tikungan Tajam penebar kecelakaan di dlingo

Dlingo  : Jika anda menyusuri jalan di daerah kecamatan dlingo berhati hatilah pada beberapa tikungan tajam berikut ini, pemetaan kali ini diawali dari jalur masuk dlingo melalui kecamatan patuk :

1. Tikungan Tajam Pandean, sering terjadi kecelakaan tunggal, sering berkabut, jika hujan banyak tanah ikut terbawa hujan dan mengakibatkan jalan icin
2. Tikungan Tajam Sendang sari tepat di hutan pinus berdekatan dengan makam Dusun Sendangsari, tikungan ini berkelok dua kali, kebanyakan kecelakaan terjadi karena kecepatan tinggi, nuansa mistis dimalam hari menjadi bagian dari keganasan tikungan ini.
3. Tikungan Tajam Dusun Terong 1, merupakan tikukan tajam yang berdekatan dengan SD Terong 1, ditikungan ini harus berhati hati karena setelah tikungan ini berjarak sekitar 7-10 meter langsung ada penyebrangan anak sekolah, pada pagi dan pada saat anak-anak SD Terong 1 selesai kegiatan belajar mengajar terjadi kepadatan siswa menyebrang jalan. banyak kecelakaan karena terpleset akibat tikungan yng tajam juga kemiringan jalan yang dipenuhi pasir dan krikil akibat tergerus air hujan.
4. Tikungan Dusun Rejosari terong, Tikungan ini merupakan sebuah tikungan yang didahului oleh jalan yang menurun tajam dan dibawah ada tikungan tajam ke kanan, sementara tepat pada sudut tikungan ada jalan swadaya lurus ke bawah. jika pada malam hari dan pengendara belum hafal jalan, rata-rata mengira bahwa jalan utamanya adalah jalan lurus ke bawah, padahal jalan utama harus berbelok ke kanan.
5. Tikungan Dusun Pancuran, tepat berada diatas jembatan kecil jalan agak sempit, sehingga jangan sekali-kali menyalip di tikungan ini, beberapa kali kecelakaan terjadi di daerah ini, dan menabrak pagar pembatas jalan yang terbuat dari beton sebagai pagar jembatan.
6. Tikungan Tajam Ngejaman desa temuwuh, dekat dengan apotik, posisi tikungan sanggat tajam sehingga lawan dari dua arah tidak bisa saling melihat arah depan. kurangi kecepatan karena apabila ada kendaraan besar lewat maka hampir sepertiga jalan dipakai kendaraan besar tersebut.