Diklat Budi Daya Jangkrik Gelombang II Gema Angkasa dan BPO DIY

Dlingo : Pada tanggal 28 - 30 November 2016 merupakan acara terakhir yang dilaksanakan oleh Gema Angkasa yaitu berupa memberikan pelatihan kepada 60 peserta yang berasal dari seluruh kabupaten yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta. Pelatihan ini berupa pendampingan dan pelatihan budidaya jangkrik kepada calon-calon peminat pembudidaya jangkrik yang telah dijaring oleh Balai Pemuda dan Olah raga DIY secara online. syarat mengikuti pelatihan ini adalah peserta harus memiliki KTP DIY dan mendaftarkan secara on line pada website BPO DIY.

Sebagai narasumber kegiatan tersebut adalah Ketua Gema Angkasa Kak Purwoko yang secara singkat memberikan materi tentang dasar-dasar pergerakan organisasi serta menyampaikan latar belakang Gema Angkasa sehingga sampai saat ini memiliki usaha-usaha produktif dan variatif.

sementara itu khusus untuk teknis budidaya jangkrik disampaikan oleh kak Ivano martin sebagai pelaku langsung divisi usaha rumah jangkrik Gema Angkasa. dalam kesempatan ini kak ivano martin menyampaikan berbagai hal teknis tentang proses peneluran, pembesaran, panen dan pemasaran jangkrik. sedangkan khusus untuk teknis pembuatan media dan box jangkrik disampikan oleh kak Yudha nugraha.

Hasil dari pelatihan ini adalah berupa kemampuan personil didalam mengawali usaha budidaya jangkrik. diharapkan alumni peserta pelatihan ini tetap kompak dan bersatu sehingga mampu membuat komunitas dan mengambil alih pasar jangkrik jogja yang didominasi oleh pedagang dari jawa timur.

Peringatan hari tanam Nasional Gema Angkasa

Dlingo : Betapa pohon mengajarkan berbagai hal dalam diri manusia, sehingga bertepatan dengan Hari tanam pohon nasional pada 28 November 2016 Gema Angkasa bekerja sama dengan Pemerintah Desa Girisekar Kecamatan Panggang, Kabupaten Gunungkidul Yogyakarta dan Lintas Batas Yogyakarta berusaha untuk perduli terhadap kelestarian kawasan Karst di Gunungkidul. Dengan mengambil tema "Bhakti Wana #3 Tahun 2016 kegiatan tersebut dihadiri oleh Bapak Camat Panggang, Bapak kapolsek Panggang dan Bapak Lurah Desa Girisekar serta bapak Dukuh Bali, Dukuh Waru dan Dukuh Belimbing.
Kegiatan ini diikuti oleh lebih dari 500 peserta dari 3 padukuhan tersebut, dan melibatkan panitia gabungan sebanyak 85 personil. dalam kegiatan ini ditanam sebanyak 1000 bibit bambu yang ditanam pada lokasi telaga-telaga yang berada di Dusun Bali, Dusun Waru dan Dusun Belimbing secara bertahap.
Sobat mari refleksikan hari tanam pohon nsional ini sebagai langkah awal bagi kita semua untuk terus melestarikan Indonesia Hijau. seperti kata iklan susu “Tumbuh itu ke atas, jangan ke samping”, kalimat slogan dari salah satu iklan susu tersebut ternyata mengandung arti dan makna yang sangat penting dalam kehidupan. Layaknya para tumbuhan yang memang tumbuhnya ke atas, bukan kesamping (tumbuhan yang merambat dapat dikategorikan ke dalam tumbuhan yang tumbuhnya ke atas dan memanjang).

Hidup itu juga selayaknya mencontoh dari filosofi tumbuhnya para tumbuhan. Tumbuh ke atas berarti kita harus terus berusaha untuk meraih mimpi, impian dan cita-cita setinggi mungkin. Setiap hari kita tumbuh dan terus berkembang untuk menjalani hidup dan meraih tujuan. Jangan tumbuh ke samping, berarti kita jangan memiliki terlalu banyak keinginan, mau ke sana, mau ke sini, mau dapat yang ini, mau dapat yang itu, yang akhirnya dapat menghadirkan ketidakseimbangan antara tujuan hidup dan ambisi. 
 Tanaman membutuhkan air, sinar matahari, mineral atau pupuk sebagai faktor utama dalam perkembangbiakannya dan pertumbuhannya. Begitu juga hidup yang membutuhkan spirit fisik dan batin, support dan berbagai bentuk semangat, cinta dan kasih sayang antar sesama. Jika terlalu berlebihan air maka tanaman akan dapat menjadi membusuk, jika terlalu banyak sinar matahari maka tanaman akan kekeringan, jika terlalu banyak mineral atau pupuk maka tanaman akan overdosis.


Hidup pun seperti itu, kita memerlukan keseimbangan dan berusaha agar keseimbangan tercipta. Terlalu banyak spirit, support atau cinta juga dapat menyebabkan hidup menjadi mengerikan. Menjadi fanatik atas segala hal yang berkaitan dengan pola hidup yang dianut. Kekurangan spirit fisik dan batin juga berbahaya, seperti kehilangan nyawa yang sangat berharga. Kekurangan support dan semangat seperti hidup dalam dunia kematian, tidak memiliki rasa bangga dengan dirinya sama sekali. Kekurangan cinta dan kasih sayang juga merupakan salah satu hal terburuk di dunia, menjadi pribadi yang kaku dan egois, dingin dan juga hampa akan makna hidupnya.

Teruslah tumbuh dan berkembang seperti tanaman yang engkau tanam. Air yang membasahi akarnya, sinar matahari yang diserap dengan sempurna, dan mineral yang disimpan dan diolah untuk memperpanjang masa hidupnya. Menghasilkan tunas baru, berbunga, hingga berbuah dan mendatangkan rezeki bagi makhluk hidup yang lainnya.

Maka, kita pun jangan pernah kalah dan menyerah bila dibandingkan dengan perjuangan sebuah tanaman. Kita mampu untuk menghasilkan ide-ide cemerlang dan brilliant setiap hari, kita mampu bekerja dan menghasilkan karya yang sangat bermanfaat, kita mampu membuat berbagai macam usaha yang bisa membantu orang lain dalam menaikkan taraf hidupnya, dan lain sebagainya.

Tanaman yang telah tumbuh dan menghasilkan manfaat juga akan mengalami masa-masa suramnya dalam menghadapi berbagai masalah. Datangnya hama di bagian akar, batang, daun, bunga dan buahnya. Hama itu akan semakin menghancurkan tanaman sedikit demi sedikit hingga membuatnya mati, namun manusia sebagai makhluk yang berakal dapat membantunya untuk mengalahkan permasalahan itu. Saling tolong menolong antara makhluk hidup.

Kita mendapatan manfaat dari apa yang dihasilkan tanaman itu, keteduhannya, penyerapan CO2-nya, daunnya, batangnya hingga buahnya. Maka sudah seharusnya kita juga memberikan bantuan sebagai rasa terima kasih atas berbagai manfaatnya kepada kita. Begitu juga kita, para manusia, sudah seharusnya kita rukun antar sesama kita. Saling tolong menolong, tak perduli apakah dia terlihat berbeda fisik, pemikiran, karakter, yang menyatukan hanya satu, karena kita sama-sama makhluk Tuhan. Belajarlah terus member tanpa pamrih karena jika dia tidak mampu untuk membalasnya, maka pasti aka nada orang lain yang berbuat kebaikan yang sama kepada kita, jikapun juga tidak ada maka pasti Tuhan menyiapkan pahala yang indah atas rasa ikhlas kita.

Setiap yang hidup pasti akan mengalami kematian. Setiap apa yang ada pasti akan tiada. Setiap yang bernyawa pasti akan kembali kepada pemberi nyawa jua. Tanaman yang pada awalnya hanya berupa tunas, berkembang menjadi pohon yang menghasilkan karya, hingga kemudian akan mengalami masa penuaan dan masa pennon-aktif-an sebagai tanaman, sebagai bagian dari makhluk hidup. Semuanya memiliki masanya sendiri-sendiri.

Begitu juga kita, pasti suatu saat yang meskipun tiada seorang pun yang dapat mengetahui kapan dan dimana nyawanya akan diambil oleh Tuhan Yang Maha Kuasa. Maka, sebelum malaikat maut mendatangi dan akan menjemput, sudah selayaknyalah kita mempersiapkan segala bekal amal atas perbuatan selama kita hidup. Sudah sepantasnyalah kita memanfaatkan anugerah berupa akal pikiran yang dapat menghasilkan berbagai karya yang bermanfaat bagi makhluk hidup lainnya. Sudah sewajarnyalah kita meninggalkan harta warisan berupa ilmu dan amalan yang tetap akan abadi dipergunakan oleh orang lain.

Tanaman yang telah mati, apakah terlihat tidak berguna lagi? Tentu saja masih berguna. Jika tanaman itu memiliki ranting dan batang yang besar dan kokoh, maka dapat digunakan sebagai kayu bakar. Jika tanaman itu hanya tanaman merambat dan terlihat tidak kokoh, maka dedaunnya masih dapat digunakan sebagai bahan pupuk. Begitulah amalan kita sebagai manusia, pasti akan berguna juga bagi orang lain. Meskipun kita telah tiada, orang lain masih dapat mengambil dan mempergunakan manfaat dari ilmu dan amalan yang telah kita berikan sebelumnya.

Tanaman dan manusia, sama-sama makhluk Tuhan, sama-sama diberi kehidupan, sama-sama memiliki masa dan durasi untuk menikmati kehidupan, sama-sama memiliki misi, visi dan tujuan hidup, sama-sama membawa berkah, anugerah dan rezeki lewat caranya masing-masing, bahkan sama-sama memiliki amal dan manfaat bagi makhluk hidup yang lain.

Maka, tetaplah tumbuh dan berkembang sampai batas waktu yang telah ditentukan, sampai titik pengorbanan dan pengusahaan terakhir, sampai orang lain dapat mengecap manfaat dari kehadiran kita di muka bumi ini. Tetap bersemangatlah menjalani hidup, seberat apapun masalah demi masalah yang dihadapi.
Narasi from Kompasiana.com

The Last Tree In Indonesia On Dlingo

Alam adalah nyawa kita, lingkungan adalah tubuh kita, jagad raya adalah jiwa dan raga kita. tak henti-hentinya kita lupa bahwa masa lampau mewariskan kepada kita sebuah kepulauan yang terdiri atas pulau-pulau itu. sebuah bangsa yang memanjang dari sabang sampai merauke. semua ini akan musnah pada saatnya jika kita bertahan pada kelupaan kita yang semakin permanen oleh fondasi dan bata-bata ekonomi yang terus menghimpit. akan semakin permanen oleh kerakusan kekuasaan atas politik dan budaya lupa ini.

Mari semai bibit-bibit kehidupan ini, dengan menebar hijau disetiap sudut rumah kita. Kehidupan baru tumbuh dan menyelamatkan kita dari kangker yang bernama "LUPA"....

video

Rayakan hari Pohon Gema Angkasa

Dlingo : Salah satu program kerja rutin yang dilakukan oleh Gema Angkasa adalah penenaman dan pendataan pohon. bertepatan dengan Hari Pohon yang jatuh pada tanggal 21 November 2016 Gema Angkasa menginisiasi kegiatan sederhana berupa pembagian Bibit Pohon kepada masyarakat RT.05, Dusun Pokoh II, Desa Dlingo, Kecamatan Dlingo.


Kegiatan Tersebut dilakukan agar masyarakat memiliki kesadaran untuk menanam dan merawat pohon, hal ini penting karena Masyarakat dlingo mayoritas adalah pengerajin industri meubeler terbesar di Kabupaten bantul. Maraknya industri meubeler yang berlangsung sejak tahun 80-an dan penebangan kayu untuk memenuhi bahan meubeler dirasakn mulai berdampak akhir-akhir ini. Kayu-kayu besar seperti sono keling, jati, munggur, Akasia, dan sengon merupakan target para pelaku usaha ini.

dengan demikian perlu dilakukan perubahan pola penanaman pohon, dimulai dari yang sederhana dan sebagai contoh adalah pembagian bibit durian yang kami lakukan. pembagian bibit ini untuk memancing masyarakat bahwa untuk mendapatkan dampak ekonomis dari pohon tidak harus dengan menebang pohonnya. namun dengan menanam pohon buah diharapkan pada jangka panjang permasalahn ekonomi masyarakat dapat terbantu tanpa harus merusak ekosistim alam yang ada di kecamatan Dlingo.

Gema Angkasa Berbagi #4 2016

Dlingo : 20 November 2016 : Hidup adalah sebuah perjalanan sobat, untuk mengenali tujuan hidup dan keberkahan hidup tentu banyak hal sederhana harus wujud dan lakukan sesuai kemampuan. Orientasi kemapanan hidup dan mencari kesejahteraan yang berkeadilan sosial di landasi semanggat luhur pengabdian kepada masyarakat adalah salah satu nilai-nilai yang coba kami wariskan kepada generasi Gema Angkasa. Dalam rangka melahirkan kembali pemuda pemuda yang berbudi pekerti luhur dan memiliki jiwa sosial berbudaya.

Amatlah pedih hati kami, ketika masih saja melihat ketimpangan-ketimpangan sosial yang selalu saja ada dan mewarnai dinamika sosial masrakat Kecamatan Dlingo. Sebuah hal yang seharusnya dapat diantisipasi dan mendapatkan perhatian para pemangku kepentingan baik pemerintah, swasta, lembaga dan masyarakat. Sebuah pemandangan biasa bagi masyarakat umum, namun menjadi semangat bagi kami untuk terus berjuang melawan kemiskinan dan ketidakperdulian sosial yang mengancam masyarakat Kecamatan Dlingo.

Nilai-nilai dan modal sosial, serta kearifan masyarakat semakin tergerus oleh kepentingan ekonomi. Kerdulian sosial hanya bisa dirasakan oleh masyarakat itupun tak banyak dan justru keperdulian sosial didominasi kalangan keluarga kurang mampu. ironisnya lagi bentuk keperdulian pemuda terhadap permasalahn sosial boleh dikatakan rendah. Gerakan-gerakan sosial pengentasan kemiskinan tidak efektif karena hanya mengandalkan data-data yang bersifat formal tanpa update data secara menyeluruh dan konsisten.

Namun sesuai kemapuan dana sukarela dari usaha-usaha Gema Angkasa secara rutin kami mencoba untuk berbagi sekaligus mengumpulkan data-data penduduk miskin yang membutuhkan. Kali ini target kami adalah masyarakat yang hidup sebatang kara dan berusia lanjut. 

Mbah luwar Dusun Pakis 2 rt 04 Ds.Dlingo Bantul...Hidup sebatangkara di tinggal suami sejak umur 50-an..kbthan sehari-hari dari belaskasih tetangga memgalami kebutaan blm mendapat kejelasaan penyebab kebutaanya
Mbah Rejo hidup sebatang kara, insyaalloh diberi kemudahan...
Pakis 1 Rt 01 Desa Dlingo Kc.Dlingo Bantul,

Kluarga Mbah waji dan mbah girah setia sehidup semati, memiliki Anak ananda Yuti, usia 24, kondisi berkebutuhan khusus, pernah sekolah di SLB, akses jauh, tdk ada kendaraan, ortu harus bekerja memenuhi kbthan sehari-hari...mbah Waji ngareng kayu limbah mebel tetangga Dan mencarikan pakan ternak tetangga. Mbah Girah, sudah hampir 10 th ini tdak bisa pergi jauh karena mata semakin rabun Dan blm dipriksakan ke rmh sakit....alamat; Dusun Ngunut RT. 04, Desa Temuwuh, Dlingo, Bantul.



Kolaborasi Usaha Muacan Siwit dan Sri Ayu Rumah Mode

Dlingo : Pada 12 November 2016 merupakan sebuah momentum yang tepat untuk mencoba mengintegrasikan usaha-usaha Gema Angkasa. Kali ini Kami mencoba untuk memadukan usaha hand made mukena yang sudah berdiri di Dusun pakis, desa Dlingo dengan Sri Ayu Rumah mode Desa Temuwuh. 

Pada awalnya usaha ini berdiri sendiri-sendiri dan lokasi usaha berada di rumah kak Siwit dan kak Sri rahayu. Kemudian melalui banyak pertimbangan dan agar terjadi peningatan dan pengembangan usaha serta penyerapan tenaga kerja diputuskan untuk membuka usaha bersama dengan menyewa sebuah lokasi yang berada di seputar jalan utama Patuk-Dlingo.

Dengan mengambil spesifikasi jasa jahit dan mode maka diharapkan kedepan usaha ini juga dapat menopang kebutuhan penjahitan bagi usaha Clothing Gema Angkasa. Usaha clhoting tersebut sampai saat ini masih mengandalkan penjahit dari luar daerah dikarenakan tidak adanya peralatan khusus jahit kaos secara masal. perlahan namun pasti upaya integrasi usaha ini mudah-mudahan dapat terwujud seiring berjalannya waktu.





Mendirikan Usaha Konter Pulsa dan Aksesoris Hand Phone

 Dlingo : Semanggat kewirausahaan yang terbentuk pada personil Gema Angkasa merupakan aset berharga, juga sebuah proses panjang dalam berorganisasi. Kesadaran personil untuk menciptakan lapangan kerja bagi sesama teman adalah tanggungjawab bersama. sehingga berbagai percepatan pembukaan usaha-usaha baru Gema Angkasa Terus Dilakukan. Usaha-usaha Gema Angkasa tidak saja hanya sebuah usaha yang bertujuan keuntngan semata, namun usaha-usaha tersebut memiliki makna penting untuk subsidi silang kegiatan-kegiatan sosial kemasyarakatan yang rutin dilakukan oleh Gema Angkasa.
 
Kali ini sebuah usaha berlokasi di Pasar Dangwesi, Desa Terong, Kec.Dlingo berdiri konter Pulsa Gema Angkasa yaitu "SATU Cell". Konter ini adalah konter ketiga yang didirikan Oleh Gema Angkasa. dari ketiga konterter tersebut telah menyerap 3 tenaga kerja dan menghidupi 1 keluarga.
 

Kegiatan Divisi Usaha Budidaya Jangkrik Gema Angkasa

Dlingo : berdasarkan surat permohonan Balai Pemuda dan Olah Raga Daerah Istimewa Yogyakarta akhinya Divisi Usaha Budidaya Jangkrik Gema Angkasa ditunjuk sebagai narasumber sekaligus sebagai trainer pada pelatihan budidaya jagkrik yang diadakan oleh BPO DIY pada tanggal 8 - 10 November 2016. Pelatihan tersebut diikuti oleh 30 peserta. dalam pelatihan tersebut peserta diajak untuk memanfaatkan peluang budidaya jangkrik yang mulai mengeliat di daerah yogyakarta.

Pada hari pertama kegiatan diisi oleh Kak Purwoko sebagai ketua Gema Angkasa yang menjelaskan latar belakang Gema Angkasa Dlingo dan Latar belakang berdirinya Divisi Usaha Budidaya jangkrik Gema Angkasa. Peserta mengikuti secara seksama acara pembukaan dan memperhatikan setiap detil penjelasan dari Kak Purwoko. 

 
Pada hari Kedua adalah pelatihan teknis pembibitan dan pembesaran jangkrik yang dipandu oleh kak Ivano martin. Kak Ivano martin adalah salah satu Anggota Gema Angkasa tamatan SMP. Namun demikian hal tersebut tidak membuat kak martin berkecil hati. secara runut dan jelas satu-persatu teknis penetasan sampai pembesaran jangkrik kepada peserta. Kemudian disusul oleh Kak Yudha Nugroho yang menjelaskan tentang teknis pembuatan kandang untuk jagkrik.

Pada hari ketiga tim narasumber dan trainer Gema Angkasa sebanyak 4 orang yaitu kak purwoko, Martin Ivano, Yudha Nugraha dan pradita pratama sebagai dokumentator kegiatan merumuskan sebuah inovasi kegiatan yang bertujuan untuk melatih peserta agar mengetahui dinamika pasar. Pada pelaihan dinamika pasar tersebut peserta diajak untuk melakukan observasi pasaran jangkrik secara langsung, agar selesai pelatian para peserta dapat mengimplementasikan hasil pelatihan. baik dari pembibitan, penetasan, pembesaran sampai dengan tahap terakhir yaitu pemasaran.

Gema Angkasa Mendapatkan Juara 2 Lomba Video Contest Jogja Outdor Show 2016

Dlingo : Lebih kurang 50 brand penyedia produk outdoor ternama berkumpul di GOR Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), dalam rangkaian gelaran Jogja Outdoor Show 2016 yang dimulai Kamis (3/11/2016).

JOS tahun ini adalah acara kedua setelah tahun lalu acara serupa juga digelar di Yogyakarta dan diakui sukses besar. Terbukti dengan jumlah pengunjung yang mencapai 13 ribu orang padahal hanya tiga hari penyelenggaraan. Nah tahun 2016 ini kita coba gelar kembali dengan lokasi yang lebih terkonsep dan luas, dengan jumlah brand yang bertambah, yakni 50 brand.

Selama 4 hari hingga tanggal 6 November pecinta produk outdoor bisa bebas berkeliling mencari barang yang diinginkan, termasuk dari brand yang biasanya jarang ditemukan. dalam acara tersebutlah Gema Angkasa Mengikuti lomba video contest yang bertema kegiatan out door. Dalam hal ini Gema Angkasa mengangkat tema "The Last Tree In Dlingo". Dalam filem pendek tersebut kami berupaya untuk mengajak semua pihak agar tetap menjaga danmelestarikan alam. dikarenakan saat ini banyak sekali eksplorasi alam utamanya untuk dibuka dan disulap menjadi lokasi wisata.

Gema Angkasa EO And Adventure in action

Dlingo : Pada tanggal 4 dan 5 November 2016 Gema Angkasa EO And Adventure bekerja sama dengan PT. Nestle Indofood Citarasa Indonesia berlokasi di Jalan Baron dan Pantai Nglambor Gunungkidul telah melakukan kegiatan Out Dor berupa Out Bound dan Snowkrling pantai. Kegiatan hari pertama diikuti oleh sebanyak 70 peserta dan diisi dengan kegiatan outbound. dalam kegiatan ini Gema Angkasa mempergunakan teknik Amazing Race sehingga peserta diajak untuk mengenali lingkungan baru penuh dengan jebakan-jebakan aktifitas yang diharapkan mampu mengasah keperdulian dan jiwa sosial peserta.



Pada Kegiatan hari kedua peserta loading ke pantai Nglambor Gunungkidul untuk melakukan aktifitas snowkrling. kegiatan ini disamping menyenangkan juga dapat memberikan informasi kepada peserta tentang kehidupan bawah laut yang harus dijaga kelestariannya.

Warga Mangunan Mengejang di Atas Pohon Sebelum Meninggal

Dlingo : TRIBUNJOGJA.COM : Warga Dusun Sukorame, Desa mangunan, Dlingo, Kabupaten Bantul, kaget mendengar Sarman (36) tewas tersengat listrik di atas pohon.

Korban tak sengaja tersentuh kabel listrik, saat memangkas ranting pohon tak jauh dari kediamannya. Kejadian tersebut berlangsung pada Minggu (13/11/2016) pukul 09.00 WIB. "Korban sedang memangkas ranting pohon jati, setelah ditebas rantingnya malah mengenai kabel listrik PLN (Perusahaan Listrik Negara)," jelas Kapolsek Dlingo, AKP Amir Machmud, Minggu (13/11/2016).

Lanjut Amir, selepasnya ranting mengenai kabel listrik, ternyata sebagian rantingnya mengenai korban. Sehingga menyebabkan korban tersengat arus listrik dengan tegangan tinggi. "Akhirnya korban mengalami kejang-kejang di atas pohon. Setelahnya ada warga yang mengetahui, langsung warga berupaya menolong korban yang masih berada di atas pohon," papar dia.

Warga yang pertama kali mengetahui kejadian adalah Suyatno, tetangga korban. Waktu itu melintas di jalan, terus kaget melihat korban kejang-kejang di atas pohon. Lantaran panik, akhirnya ia meminta bantuan ke warga sekitar. Lalu warga bersama-sama berinisiatif menurunkan korban dari atas pohon.

"Setelah dievakuasi dari atas pohon, nyawa korban tidak bisa tertolong saat masih di TKP (Tempat Kejadian Perkara)," ungkap dia. Mendapat laporan ada warga Mangunan tersengat listrik, personel Polsek Dlingo beserta petugas Puskesmas Dlingo mendatangi lokasi.

Usai diperiksa oleh petugas medis, korban murni diduga meninggal karena tersengat listrik. Diduga karena korban kurang hati-hati, saat memangkas ranting pohon yang berdekatan dengan kabel listrik. Lantaran murni kecelakaan, jenazah korban diserahkan ke pihak keluarga untuk dikebumikan. "Pihak keluarga menerima kejadian ini dinyatakan sebagai musibah," beber Amir.