DLINGO Langganan Mati Lampu

"Wah bener-bener PLN sangat tidak profesional" mungkin itu yang bisa di ungkapkan oleh para pemakai listrik di Kecamatan Dlingo Bantul. sebuah rutinitas yang sangat memalukan, masak kerjaannya mati mati lampu melulu, yang buruk masyarakatnya atau PLN-NYA...hayo coba kita cari jawabanya bersama-sama. PLN sebagai penyedia tunggal kebutuhan listrik harusnya memiliki standar managemen yang berlaku sama di semua wilayah, tentu iya..ya kan. Tetapi kenyataannya wilayah dlingo bantul sering mati lampu tanpa pemberitahuan terlebih dahulu, berikut Tabel Mati lampu sepanjang  bulan Januari- Februari 2010 :

Saat ini kadang masyarakat merasa jengkel, Lah bayangke wae masak selama 1 bulan mati lampu sampai 20.38 jam, belum lagi yang hanya klip byar- klip byar. Masyarakat Dlingo itu juga masyarakat yang memiliki produktifitas yang tinggi, yang hampir 89 % akses kegiatan warga di Dlingo menggunakan LISTRIK. Nah berapakah kerugian masyarakat akibat mati lampu ini yang belum pernah di hitung oleh siapapun di Kecamatan Dlingo. Belum lagi kerusakan barang-barang elektronik yang di pakai untuk beraktifitas yang mudah jebol akibat pemadaman yang sembrono ini.


Ojo Kur waton..Kalo tagihan rekening listrik aja di kejar-kejar sambil di ancam untuk di putus, eh giliran memberikan pelayanan "sak enak wudele dewe" belum lagi kalo komplain harus di putar sana putar sini. nah itu mungkin bahasa kasar hampir seluruh warga Dlingo jika secara lisan dapat keluar.
Intinya kompensasinya apa jika terbukti PLN telah melakukan tindakan "Mal PRAKTEK mateke lampu sak wayah-wayah ra tetarenan"...kira-kira itu bahasanya, lha kalo mau di bahasa haluskan harus shalus apa lagi, lha wong nyatanya bikin emosi.
Jika memang tidak bisa profesional...lha mbok ya biar di kelola BUMN lain, po di jual ke asing aja..siapa tahu malah lebih baik. dari pada di beri mandat malah disia-siakan, kan lebih baik di serahkan pada yang lebih mampu. begitu aja kok yo mumet...iseh mumet dadi rakyat n..pln...harus cari duit buwat bayar, harus ngangsur, mikir sekolah, mikir pekerjaan.Lha kur kari mancal we kok malah ra iso.

2 Melu Omong:

mawaradi mengatakan...

Mas Koetot,kenalan inggih, kula mbah Pur mangga pinarak gubug kula.Posting panjenengan nambahi seserepan,nuwun.

Mas Koetot mengatakan...

Njeh mbah Salam kenal balik.....Slamat datang di Panglampahing Mari-Rekaos Dlingo

Posting Komentar

Saksampunipun Maos Nyuwun dipon Unek-Unekken