Warga Dlingo Hilang Sejak 2011, Sumarto Ditemukan Sudah Jadi Tengkorak

Tangis Tinem (35) seketika pecah tatkala mengetahui bahwa kerangka manusia dalam karung yang sudah tidak utuh lagi itu adalah kerangka ayah kandungnya. "Bapak,bapakku,bapakku," demikian teriak Tinem sambil terus menangis mendekap karung berisi tengkorak ayahnya yang berada di halaman Polsek Dlingo. Tengkorak tanpa kepala tersebut dipastikan bernama Sumarto alias Paiman (90) warga Tanjung, Temuwuh, Dlingo, Bantul. Kepastian itu didapat setelah sang menantu Rajikin Sudiprayitno (53) bersama istrinya Tinem, datang ke Polsek Dlingo untuk memeriksa celana dan baju yang masih melekat pada tengkorak. "Ia ini benar pakaian bapak saya, celana dan bajunya cocok dengan foto terakhir sebelum beliau pergi," ungkap Rajikin sembari menunjukkan foto bapaknya pada kertas pengumuman orang hilang yang dibawanya.

Menurut Rajikin, mertuanya tersebut memang sering pergi meninggalkan rumah karena melakukan lelaku atau istilahnya bertapa."Beberapa kali memang sering pergi untuk lelaku, setelah itu balik ke rumah, terakhir setahun lalu pergi dari rumah, tepatnya minggu jam 7 pagi tanggal 29 Mei 2011, hingga akhirnya ditemukan sudah begini," ungkapnya. Lanjutnya bahkan sebelumnya, ketika pergi ayah mertuanya tersebut pernah jatuh hingga mendapatkan jahitan di dahi sebanyak 20 jahitan, imbuhnya.

Sementara itu menurut keterangan Kapolsek Dlingo AKP Bambang Setyadi, penemuan tengkorak manusia tanpa bagian kepala ini pertama kali ditemukan oleh Haryanto (35) warga setempat. "Warga atas nama Haryanto (35) yang sedang mencari kayu bakar, melaporkan pada petugas telah menemukan tengkorak manusia sekitar jam 9 pagi. Setelah kita cek, ternyata benar, lokasi penemuan berada di tebing yang cukup curam di daerah Banjarharjo, Muntuk, Dlingo," ujarnya pada Tribun.

Lebih lanjut, Bambang menjelaskan, saat dievakuasi tengkorak dalam keadaan tidak utuh lagi, beberapa bagian hilang, diantaranya bagian kepala."Dimungkinkan tengkorak bagian tubuh lainnya termasuk bagian kepala, jatuh kebawah, mengingat tkp di tebing yang cukup curam," ungkap Bambang. Jarak lokasi penemuan dengan rumah korban sendiri kira-kira sekitar lima kilometer. Tak berselang lama setelah keluarga memastikan bahwa tengkorak manusia tersebut adalah benar atas nama Sumarto, maka pihak Polsek Dlingo membolehkan tengkorak tersebut dibawa pulang untuk segera dimakamkan, dengan terlebih dahulu meminta tanda tangan pihak keluarga sebagai bukti serah terima.

4 Melu Omong:

Anonim mengatakan...

O... mulane rame pas mudik ngarepe lebaran kae..

Anonim mengatakan...

korusi

fajarr smartt blogspot.com mengatakan...

sangat membantu info nya. soalny sya lgi d perantauan

Mas Koetot mengatakan...

trmksh komentarnya mdh an dapat selalu eksis

Posting Komentar

Saksampunipun Maos Nyuwun dipon Unek-Unekken