Di Dlingo Aku Rindu KEKASIH

Entah kenapa angin malam ini sangat sejuk, malam itu aku berjalan kaki sendiri di sebuah lembah yang bernama dempak terong dlingo. lalu aku pulang dan aku tergolek di dekatnya melihat ke atap langit-langit kamarku tampak warna putih bergaris-garis hitam dan tampak beberapa titik-titik terang dikejauhan di ambang batas pengelihatanku. Aku tak tahu apakah itu bintang-bintang hatiku yang sengaja menampakan senyum menyapa aku. Sungguh sebuah Kepekatan yang indah.

Tiba-tiba hatiku menyeruak terharu, aku ingat ada beberapa hal yang tertunda yang belum sempat aku kerjakan. Sengaja aku tunda atau memang hanya terpikirkan sekilas dan terpendam di ruanghati. Mataku berkaca-kaca memikirkan semua pristiwa demi peristiwa seperti film terlihat jelas di depan mataku. Kutahan sekuat mungkin runtuhnya air mata.
Aku menghela nafas , sebentar lagi bulan suci Ramadhan akan hadir, rinduuuuu, ya aku rindu ritual itu, berbuka, makan sahur , sholat taraweh…duh … jantungku berdebur keras mengingat semua itu. Peristiwa beberapa tahun terakhir ini sekilas mengiris hatiku. Ku pejamkan mata sekedar untuk menghalau semua kisah hidupku. Semua sudah terlewat dan aku masih berdiri disini bersama berlian-berlian cintaku. Allah telah mengatur semua, memberikan kekuatan dan kesabaran untuk melewati hari-hari demi hari waktu demi waktu meski kadang perihnya tak kan terlupakan.
Tiba-tiba aku teringat sudah beberapa tahun ini aku tidak berkomunikasi dengan baik layaknya hubungan persaudaraan yang diridhai. Dengan alasan klise yaitu, sibuk, males, dan berjuta alasan lain yang hanya mengedepankan egoku.
Teringat juga kekhilafan yang pernah aku lakukan dengan istri, anak dan semua orang yang kini sudah menjadi satu bagai bongkahan salju , sejuk dan keras menggedor hati dan jiwaku. Ada yang harus aku lakukan. Ini adalah saat yang tepat untuk mengunjungi mereka , bersirahturahim, meminta maaf atas kesalahan yang pernah terjadi. Aku harus mulai menyisihkan waktu ku untuk mendatangi mereka atau paling tidak menyapa mereka lewat telp dan bilang rindu serta minta maaf karena sebentar lagi kita akan memasuki bulan suci Ramadhan.
Tak kuat untuk menahan tangis ini, sudah banyak dosa yang sudah kuperbuat dan Allah masih memberikan waktu untukku di bulan yang maha suci ini , untuk kembali beribadah dan bertobat . Terima kasih Ya Rabb. Aku menghela nafas , aku akan mulai besok untuk menghubungi atau menyapa kerabat dekat, teman-teman untuk meminta maaf dan menyambung tali sirahturahim yang sempat longgar. “Aku rindu, Wangimu mulai kurasakan, Kusiapkan pintu hati dan jiwaku untuk menyambutmu, Semoga semua ketulusan menyertai langkahku Semoga semua kekhilafan termaafkan, Kupeluk dan kucium kedatangan mu, Tak rela hati ini Melepaskan rindu akan sentuhanmu Selamat datang bulan yang penuh dengan berkah…Marhaban Ya Ramadhan ….. “

2 Melu Omong:

KolonG gendut mengatakan...

wah rindu kekasih...sama dong...

Mas Koetot mengatakan...

Ku Pikir semua PENCARI akan merasakan hal yang saman ndut....hehehehe

Posting Komentar

Saksampunipun Maos Nyuwun dipon Unek-Unekken