Hoby Lancar Ibadah Taat Di Pinggir Sungai Dlingo

Anda pasti binggung foto apa ini, tapi jangan binggung dulu bro karena sebenarnya ini hanya sebagian pemandangan unik yang ada di Dlingo bantul. Masih banyak lagi tempat-tempat unik di desa lain namun masih di Kecamatan dlingo bantul yogyakarta dan akan terus saya publish, jadi jangan segan-segan mampir, barang kali ada manfaatnya atau siapa tahu menjadikan sebuah ispirasi di tempat-tempat lain baik di yogyakarta atau bisa jadi di seluruh penujuru tanah air.

Mungkin hanya sebuah foto atau lebih tepatnya foto sebuah tempat ibadah yang jauh dari kesempurnaan baik dari sisi lokasi maupun disain fisiknya. Namun barang kali jika coba kita gali nilai-nilai pesan moral dan spiritualnya maknanya akan menjadi lain...kayanya seh..wong yo cuman omong doang.
Oke kita mulai dari lokasi dulu yo,...penemuan tempat ini sebenarnya diawali dari jalan-jalan sambil mancing di sungai oyo, tepatnya di sekitar lokasi "Timo" Padukuhan Tegalawas, Desa jatimulyo, Dlingo Bantul. Kalau dilihat sepintas tidak tampak bahwa ini adalah sebuah tempat untuk melakukan sembahyang atau sholat. Karena hampir mirip dengan bebatuan yang ada di sekitarnya. Konon tempat ini dibuat dan digunakan oleh para petani yang memiliki lahan pertanian disekitar lokasi tersebut untuk beribadah sholat ketika waktu tidak memungkinkan untuk sholat dirumah. Hal ini menjadi menarik ketika pada perkembangannya juga dimanfaatkan oleh para pemancing/pencari ikan untuk melakukan hal yang sama yaitu sholat.Tempat ini telah mengajarkan pada para pemancing untuk senantiasa inggat Allah SWT, sekaligus menarik perhatian bagi siapapun yang melintasi tempat ini. Pada awalnya dapat di yakini bahwa pembuat tempat ini hanya berpikir sederhana dengan harapan tempat ini bisa di jadikan sebagai tempat sholat untuk beribadah. Namun ternyata para penghoby mancing ini juga merasa terbantu dengan adanya tempat ini.
Secara tidak langsung ada nuansa pendidikan disana, setidaknya akan mengelitik siapapun yang melihat tempat ini "bahwa ternyata dimanapun kita dapat mensyukuri nikmat yang telah diberikan oleh Allah" nah permasalahanya adalah sejauh mana pemahaman orang-orang yang melihat tempat ini...gitu kan bro. Gelitikan dan sentilan tempat ini kembali menyadarkan siapapun untuk paling tidak inggat sang pencipta. Seandainya saja seluruh pinggir sungai terutama tempat-tempat dimana masyarakat berlalu lalang terdapat tempat-tempat seperti ini tentu saja akan ada manfaatnya, setidaknya masing-masing dari kita dapat terketuk dan mencoba..eh..kali aja kalo sholat di rumah malu..karena biasanya tidak sholat, kan bisa saja memulai dari tempat-tempat seperti ini. he..he..he..Kok Malah NGAKU...
Karena tempat ini terdapat dipinggir sungai, nah apa salahnya tempat ini dilestarikan dan dikembangkan ditempat lain, terutama jika hoby anda memancing maka anda akan mendapatkan keuntungan plus plus. Pertama memancing sebagai media melatih kesabaran "katanya seh = hakikatnya yo tetep wae "NGUJO HOWO",yang kedua ibadah dan bersyukur atas nikmat dipinggir sungai yang hening dan alami. Inggat ini bukan sebuah ajakan, hanya hinbauan saja barangkali ada yang berminat. Kalau dipikir apa salahnya jika "Hoby Lancar Ibadah Taat" kan gak salah ya, atau di balik juga boleh "Ibadah Taat Hoby lancar".
Bukanya dimanapun kita bisa melakukannya, lah ini buktinya di pinggir sungaipun tersedia tempat untuk beribadah, tapi ya jangan terus-terusan di sungai...tar mesjidnya malah kosong, yah kalo gitu dah gak bener lagi bro. Intinya adalah berbuat baik itu dimanapun "BISA" gak usah di pikir lagi deh...ha wong berbuat baik kok ndadak mikir....soal resiko serahkan sepenuhnya iklaskan seluruhnya..yang penting niat dan perbuatan bertujuan baik...Allah AWT Akan bersama KITA yo to..To..Yo...Yoooooo.

2 Melu Omong:

Anonim mengatakan...

subhanalloh, itulah kebesaran Allah, SWT.

Mas Koetot mengatakan...

Jika Di sungai Bisa.. Di rumah pun tentu bisa....hehehehe..jadi malu

Posting Komentar

Saksampunipun Maos Nyuwun dipon Unek-Unekken