Sumber-Sumber Air Bersih Dlingo

Dlingo  : Berkisar antara bulan maret sampai oktober adalah bulan di mana media masa biasanya memuat berita tentang kekeringan di dlingo. Hal ini menjadi sebuah perhatian yang serius pada bulan-bulan tersebut, bahkan pemeritah juga memasukan kecamatan Dlingo dalam daftar wilayah yang termasuk rawan kekeringan. secara geografis memang asumsi tersebut benar adanya. Namun yang terjadi sebenarya adalah kurangnya perhatian yang serius terhadap sumber air yang ada di dlingo. PDAM yang selama ini melayani wilayah Dlingo masih belum maksimal dalam melayani masyarakat. Terbukti dari ketidakpuasan masyarakat yang masih mengeluhkan pelayanan dari PDAM di Dlingo. 
Dari sisi inventarisasi sumber-sumber air di Dlingo seharusnya mampu mensuplai kebutuhan air bagi masyarakat. Karena banyak sekali sumber-sumber air yang dapat memberikan kecukupan air bagi warga Dlingo, hanya saja pengelolaannya masih tradisional dan kurang terpelihara dengan baik. berikut adalah sumber-sumber air yang ada di Dlingo :
1. Sumber air Tuk Wuru mampu mengairi sampai 2 Ha berlokasi di desa Mangunan Dlingo
2. Sumber air Tuk Pakel mampu mengairi sampai 4 Ha berlokasi di desa Mangunan Dlingo
3. Sumber air Tuk Gumprit mampu mengairi sampai 1 Ha berlokasi di desa Temuwuh Dlingo
4. Sumber air Tuk Depok mampu mengairi sampai 2 Ha berlokasi di desa Temuwuh Dlingo
5. Sumber air Tuk Jambewangi mampu mengairi sampai  1 Ha berlokasi di desa Temuwuh Dlingo
6. Sumber air Tuk Koripan mampu mengairi sampai 2 Ha berlokasi di desa Dlingo Dlingo
7. Sumber air Tuk Pokoh mampu mengairi sampai 1 Ha berlokasi di desa Dlingo Dlingo
8.Sumber air Tuk Duren mampu mengairi sampai 25 Ha berlokasi di desa Muntuk Dlingo
9. Sumber air Tuk Kembang mampu mengairi sampai 35 Ha berlokasi di desa Muntuk Dlingo
10. Sumber air Tuk Jati Sari mampu mengairi sampai 12 Ha berlokasi di desa Muntuk Dlingo
11. Sumber air Tuk Sunten mampu mengairi sampai 20 Ha berlokasi di desa Muntuk Dlingo
12. Sumber air Tuk Karangasem mampu mengairi sampai 9 Ha berlokasi di desa Muntuk Dlingo
13. Sumber air Tuk Sepet mampu mengairi sampai 7 Ha berlokasi di desa Muntuk Dlingo
14. Sumber air Tuk Banyuurip mampu mengairi sampai  10 Ha Jatimulyo berlokasi di desa Dlingo
15. Sumber air Tuk Banger mampu mengairi sampai  5 Ha berlokasi di  Jatimulyo Dlingo
16. Sumber air sepajang pinggiran sungai Oyo bila di kelola mampu mensuplai air ke seluruh Dlingo.
17. Sumber air Watu Gede mampu mengaliri sampai 1 Ha berlokasi di desa Terong Dlingo.
18. Sumber air Saradan 3 titik mampu megaliri sampai 5 Ha berlokasi di desa Terong Dlingo.
19. Sumber air Kebokuning 2 titik mampu mengaliri sampai 2 Ha berlokasi di desa Terong Dlingo
20. Sumber air Sendang sari mampu mengaliri sampai 1 Ha berlokasi di desa Terong Dlingo
21. Sumber air Mojo Semuten mampu mengaliri sampai 1 Ha berlokasi di desa Jatimulyo Dlingo
22. Sumber air Badean mampu mengaliri sampai 2 Ha berlokasi di desa Jatimulyo Dlingo
23. Sumber air Dodogan 2 titik mampu mengaliri sampai 40 Ha berlokasi di desa jatimulyo dlingo

Sumber air di atas hanya sumber air utama dan memiliki debit yang besar, sedangkan sumber air yang relatif kecil namun mampu memberikan kecukupan air bagi masyarakat belum terdata. Jumalah Sumber air dengan debit minimum tersebut tersebar di beberapa titik dan berkisar di atas 150 sumber air kecil.

8 Melu Omong:

achmad sholeh mengatakan...

Dlingo itu daerah mana ya mas

Mas Koetot mengatakan...

dlingo, daerah bantul paling timur mas, banyak yang menarik disana, ada kebun buah, ada sungai oyo, ada hutan pinus nganjir, ada gua gajah...dan banyak lg yang lain termasuk peninggalan para wali...makasih ya kunjungannya

aris mengatakan...

setiap saya merasakan kerinduan yang sangat akan kampung halaman bernama Dlingo,,,margi rekaos lahh pertama tama yamg aku kunjungii,,,,hanya saja kasus yang menimpa lurah desa temuwuh sungguh membuatku prihatin,,,disatu sisi saya senang akhirnya kelakuan yg nggak bener bisa terungkap,,tapi disisi lain juga merasa kasihan dengan masyarakat desa temuwuh terutama masyarakatpenerima dakon yg di potong( oyaa mas koetoet saya termasuk penerima dakons yg dipotong,,,waktu itu saya cuma menerima 8,5jt),,,dan satu usulan juga buat mas koetoet berkaitan dengan kasus dakons ini,,,tolong selidiki bagaimana nasib salah satu rakyat yang pertama2 mengungkap kasus dakons ini,,,namanya pak rukiyono beralamat didusun salam temuwuh,,,menurut informasi yg saya terima,,,seluruh tokoh dan aparat desa mengintimindasi pak rukiyono ini bahkan sampai dijemputpaksa dari tempat bekerjanya dan disidang tokoh2 desa dirumah salah seorang tokoh desa didusun temuwuh,,,bahkan data2 yg dipegang pak rukiyono dirampas,,,satu lagi mas koetoet saya kok penasaran bngt siapa sebenernya mas ini,,,kalo putranya pak carik ,,apa mas ini hartarto yaa,,? Salam kenal saya aris asli Ngunut temuwuh,,,sekarang lg "nyari upo"diKorea,,,

Mas Koetot mengatakan...

Turut prihatin atas semua yang yg terjadi pada saat gempa namun kupikir setiap jalan yang di tempuh siapapun tentu memiliki resiko sendiri-sendiri, hal paling penting dari pristiwa tersebut hanya satu " Jangan Sampai Terulang " kewajiban kitalah untuk terus mengawasi.....Karna Rakyat pasti menang....Salam dari dlingo bwt KOREAN people...yo..Yang lain-lain......Gabung Di FB... Group " DLINGO ASLI".....C...U

Anonim mengatakan...

Apakah semua sumber air di Dlingo itu memiliki latar belakang cerita mitos, legenda, mistis, sejarah, dan sejenisnya ? Kebetulan saya termasuk peneliti etnografi. Mohon informasinya.

nuwun
cah mbraung

Mas Koetot mengatakan...

ada beberapa yang memiliki mitos, antara lain..sumber air di banyu urip, pakis, mangunan, sendangsari, dll.

CORETANKU mengatakan...

Tapi kenapa , setiap kemarau selalu kekeringan , sungai besar mengalir disampaing temuwuh tak kuasa menghilangkan dahaga jelata temuwuh....
Ketidakmampuan,ketidakmauan atau ketidaktahuan... sungguh berbeda tapi hasil tetap sama.... yaitu kekeringan.

Mas Koetot mengatakan...

Permasalan itu muncul karena kurang bijaksananya intervensi pembangunan, temuwuh mwrupakan wilayah industri perumahan yang karakter masyarakatnya pekerja keras dan persaingan ekonomi disana sanggat kuat, dengan model pemberdayaan untuk melestariakn sumber daya air seperti pembuatan waduk dan lain-lain bukan solusi, ada solusi yang lebih baik tp tentu tidak bisa kita bahas disini

Posting Komentar

Saksampunipun Maos Nyuwun dipon Unek-Unekken