Warga Mangunan Geruduk PN Jogja

Dlingo : Harian Jogja :Ratusan warga Mangunan, Dlingo, Bantul memberikan dukungan kepada Jiyono dalam sidang pledoi lurah Mangunan tersebut di PN Kota Jogja. Sekitar 500 warga Mangunan yang menamakan diri sebagai forum masyarakat Mangunan memadati teras kantor Pengadilan Tipikor Kota Jogja. Mereka datang untuk memberikan dukungan kepada Jiyono Ihsan menghadapi persidangan tindak pidana korupsi dana rehabilitasi dan rekonstruksi bencana gempa bumi di Bantul.

Sesuai agenda persidangan, siang ini Jiyono dijadwalkan mengikuti agenda pledoi atas kasus yang disangkakan kepadanya pada tahun 2007 itu. Pada persidangan sebelumnya, Jiyono dituntut hukuman penjara selama tiga tahun atas kasusnya itu. Jiyono dinilai bersalah dalam melakukan pengelolaan dana rehab rekon pasca gempa di Bantul. Jaksa menilai negara menderita kerugian hingga Rp2,08 miliar atas kasusnya tersebut.

Ratusan warga juga melakukan orasi menuntut pembebasan lurah Jiyono. Sigit handoko warga Mangunan berujar, aksi warga itu dilakukan meyakini Jiyono lurahnya yang telah memimpin desa Mangunan selama delapan tahun ini tidak bersalah. "Kami meyakini kalau bapak (Jiyono) tidak bersalah, makanya kami memberikan dukungan supaya bapak dapat dibebaskan.

Off Roader Se-Jogja Adakan Syawalan Di Dlingo


Dlingo : mobil.otomotifnet.com : Suasana akrab dan kekeluargaan hadir di kebun buah Mangunan, Dlingo, Bantul,.Hari itu Jogjakarta Land Cruiser Club (JLCC) adakan syawalan sejumlah anggota 'turun gunung'. Sekalian pengukuhan pengurus periode 2010-2012 . Komunitas maniak jip ini sudah berusia 8 tahun, tepatnya berdiri sejak 18 Oktober 2002. Bisa disebut juga kalau JLCC menaungi banyak off-roader senior asal Kota Gudeg.

“Kami fokus kegiatannya seperti bakti sosial, keakraban dan dukung pariwisata Yogyakarta dengan bekerja sama dengan IOF pengda Yogyakarta dan rekan klub jip lain," ujar Bremono, ketum baru JLCC. Saat ini anggota JLCC ada sekitar 92 orang. Sebagai penghangat saat acara syawalan, digelar kontes jip dengan 4 kelas; Standar (orisinal), Vintage (klasik), Custom (modifikasi), dan kelas bobrok.

Pemenangnya, untuk kelas Standar diperoleh Sunu, Vintage dicapai oleh Bremono, kelas Custom (modifikasi) dipegang oleh Idek. ,Satu lagi, kelas bobrok dimenangkan Anto. Sebetulnya jip Anto itu enggak bobrok, terlihat orisinal namun kondisinya beberapa bagian bodi terlihat kropos dan catnya kusam.

Supardiyanto Mangunan Adu Nasib Jual Selongsong Ketupat

Dlingo : KRjogja.com - Para pedagang selongsong ketupat di Pasar Giwangan, Kota Yogyakarta mengeluhkan penurunan pendapatan akibat banyaknya bermunculan pedagang serupa sehingga membuat persaingan maikin ketat.

Menurut Pedagang selongsongan ketupat, Supardiyanto menjelaskan pembeli tahun ini berkurang diandingkan tahun lalu dan munculnya pesaing baru.

"Setiap tahun, saya berjualan sejak H-2 sore hingga H-1 sore. Biasanya berjualan sehari semalam dapat sekitar Rp. 200 ribu. Tapi hingga saat ini baru dapat sekitar separuhnya. Kelihatannya bakal kurang dari pendapatan tahun lalu," ujarnya ketika diwawancara menjelang tengah hari ini (29/8).

Ia menjelaskan, seikat dagangan berisi 10 selongsongdijual Rp 3- 4.000. Setiap menjelang lebaran, pria asli Dlingo Bantul ini selalu menjual sekitar 500 selongsong ketupat, yang janurnya diperoleh dari kebun kelapa miliknya sendiri.

"Tahun ini saingannya bertambah, jadi pendapatan berkurang. Kalau nanti tidak habis dijual ya terpaksa dibuang, tidak masalah," pungkas pria yang sehari-hari bekerja sebagai buruh ini.

Sulut petasan di depan Polsek, 2 warga diamankan

Dlingo : Radar Jogja : Baharudin,16, dan Anom Subroto, 21, warga Kebosungu, Dlingo nekat bermain petasan di depan Mapolsek Dlingo. Gerah dengan perbuatan dua orang itu, polisi meringkusnya.

Baharudin dan Anom awalnya mondar- mandir dengan menggunakan sepeda motor Yamaha Force AB 4358 VD di depan Mapolsek Dlingo. Sekitar pukul 18.45 WIB, tiba- tiba mereka berhenti dan menyalakan petasan berukuran besar lalu kabur.

Polisi lalu mengejarnya dan berhasil menangkap kedua pelaku tersebut. Dari tangan pelaku, polisi mengamankan 12 petasan berukuran besar dan satu ons bubuk mesiu yang rencananya akan digunakan membuat petasan sendiri.

Hingga berita ini diturunkan, sumber Harian Jogja mengatakan kedua pelaku hanya mendapatkan teguran dari polisi, sementara motor dan petasa.