Potensi Daerah

cetak.kompas.com"Kalau ada pejabat yang melanggar aturan, nanti saya Dlingo- kan." Begitulah ancaman Bupati Bantul Idham Bantul setiap mengingatkan bawahannya yang macam-macam. Dlingo bantul dimaknai sebagai hukuman karena kondisinya yang terbelakang. Tak heran jika sedikit orang yang tertarik menyambangi daerah perbukitan di ujung timur Bantul itu.
Namun, persepsi tersebut perlahan bergeser. Kehadiran Kebun Buah Mangunan seluas 23,4 hektar yang dirintis 2003 mulai membuat orang tertarik datang. Bahkan investor. Kebun buah terdiri atas 1.500 pohon durian, 950 pohon mangga, 900 pohon rambutan, 320 pohon jeruk, dan 300 pohon jambu.

Setelah enam tahun disiapkan, Senin (11/1), Kebun Buah Mangunan desa mangunan kecamatan dlingo diresmikan. Peresmian bertepatan dengan panen 400 pohon durian jenis montong. Masing-masing pohon menghasilkan 10-15 buah.Meskipun telah menghasilkan, Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Bantul Edy Suharyanto mengatakan, pihaknya akan terus membenahi dan menambah prasarana di Mangunan. Selain memetik buah, pengunjung bisa memancing ikan, outbound, bahkan berkemah. Pengelola juga menyediakan tiga rumah penginapan.
Untuk menjaga ketersediaan durian, pohon durian diperlakukan khusus. "Kuncinya adalah penyediaan nutrisi yang cukup. Jadi, pengunjung tidak akan kecewa. Mereka bisa datang setiap saat karena pasti ada durian," katanya.Menurut Kepala Desa Mangunan Jiyono, keberadaan kebun buah telah berimplikasi positif bagi kesejahteraan masyarakat sekitar. Selain penyerapan tenaga kerja, kegiatan ekonomi juga bertambah "hidup".
Dalam acara itu, Idham bersama sejumlah pejabat mencicipi durian montong yang baru dipetik dan berterima kasih kepada Dinas Pertanian dan Kehutanan Bantul.Menurutnya, pada tahap awal rintisan tahun 2003, banyak pihak menentang rencana pembangunan Mangunan. Kini, setelah perkembangannya pesat, banyak pihak yang menghubunginya untuk menawarkan kerja sama."Bahkan, ada yang tertarik membeli Mangunan seharga Rp 6 miliar. Kalau dihitung dengan modal yang sudah dikelurkan, tawaran itu sudah membuat kami untung banyak. Tetapi, orientasi kami bukan pada pendapatan tetapi pengembangan masyarakat," paparnya.

2 Melu Omong:

Khairil mengatakan...

Potensi lokal memang harus senantiasa diberdayakan mas....saya salut dengan anda, yang lebih berorientasi pada pengembangan masyarakat daripada keuntungan pribadi.

Mas Koetot mengatakan...

Trimakasih Bapak...Saya Juga masih Belajar..dan Mudah-Mudahan Itu sebuah Keputusan Final..Bahwa Pekarjaan saya yang paling Utama Adalah Belajar..

Posting Komentar

Saksampunipun Maos Nyuwun dipon Unek-Unekken