Dlingo Diserang Chikungunya

DLINGO (KR) - Ratusan warga di tiga desa di Kecamatan Dlingo terserang virus chikungunya atau dingkulen yang disebabkan virus nyamuk aedes aegipty. Tiga wilayah itu masing-masing Desa Mangunan, Temuwuh serta Jatimulyo. Hingga saat ini warga masih dalam tahap pemulihan. Keadaan paling parah terjadi dua minggu lalu.

Waktu itu hampir semua warga di Dusun Ngunut Temuwuh menderita chikungunya dan tidak bisa berjalan. Tetapi bila serangannya terlalu parah, membutuhkan waktu dua bulan untuk memulihkan. Seperti dikatakan Lasirah (40) warga Ngunut Temuwuh kepada KR, Kamis (22/4), sejak dua hari lalu ia menderita sakit pada tulang lutut dan persendian tangan. Akibat sakit itu, selama tiga hari ia tidak bisa berjalan bahkan untuk bergerak saja tidak bisa. Lasirah mengatakan, awalnya gejala chikungunya badan terasa panas dingin layaknya gejala masuk angin. "Setelah itu persendian saya terasa sakit, terutama pada lutut yang sulit ditekuk, ketika ditekuk tidak bisa diluruskan," ujar Lasirah.

Suwandi, tokoh masyarakat Dusun Ngunut mengatakan wabah chikungunya sejak dua minggu lalu. Jumlah Kepala Keluarga (KK) Dusun Ngunut mencapai 115 KK dengan jumlah jiwa 500 orang. Separuh lebih warga Ngunut terserang chikungunya. Ia mengatakan ada tiga RT yang terserang. Kasus itu kata Suwandi, merebak awal bulan ini. Tetapi kebanyakan yang terjangkit orang dewasa. Suwandi menjelaskan, bila penderita chikungunya terlalu parah, membutuhkan waktu satu bulan lebih untuk pulih. Kondisi lebih mengenaskan dialami Yati (65) warga Dusun Dodokan Desa Jatimulyo. Perempuan kurus itu sudah 10 hari menderita chikungunya. Hingga saat ini ia tidak bisa berjalan. Andaikata memaksakan jalan ia harus merangkak atau berpegang pada dinding. "Saat ini lebih baik mas, beberapa hari lalu saya benar-benar tidak berdaya, saya hanya tidur," jelasnya.

Lurah Desa Jatimulyo, Paimo mengatakan, dirinya tidak mengetahui pasti jumlah warganya yang terserang chikungunya. Tetapi ada sejumlah dusun yang ditemukan kasus itu, yaitu Semuten, Rejosari serta Dodokan. Hal sama dikatakan Lurah Desa Mangunan Jiyono SH MH, puluhan warganya diserang chikungunya sejak awal bulan. Tetapi masalah jumlah Jiyono tidak mengetahui secara pasti. Kepala Dinas Kesehatan Bantul Siti Noor Zaenab MKes mengatakan, penanganan virus chikungunya sama dengan kasus deman berdarah dengan pengurasan bak air secara rutin. "Penyakit itu tidak berbahaya, tetapi hanya tidak mengenakkan saja, karena bisa lumpuh hingga dua bulan," ujar Siti.

2 Melu Omong:

Anonim mengatakan...

iyo j boss anak bojo digaglak nyamuk kbeh....

Mas Koetot mengatakan...

Hti-hati bos, biasanya sampai tiga bulan kalo stamina tidak bagus bisa kumat lagi, ciri-ciri tulang sendi ngilu, nah..kalo udah gt bisa sampai 7 hari lebih ambrok ning lincak

Posting Komentar

Saksampunipun Maos Nyuwun dipon Unek-Unekken