Warga Dlingo Ingin Pejabat Bantul Jalan-jalan Malam Hari

Dlingo: Harianjogja.com: Kondisi jalan di daerah pinggiran Bantul seperti Dlingo sampai saat ini belum mendapat pemerataan program pemerintah dalam penambahan sarana prasarana lampu penerangan jalan umum (LPJU). Warga Dlingo ingin bupati dan pejabat terkait bisa meluangkan waktu malam hari mengecek sepanjang jalan Imogiri-Dlingo agar program LPJU 2014 bisa tepat sasaran.

Kondisi gelap minim adanya sarana penerangan ini dinilai penyebab daerah tersebut menjadi daerah ‘minus’ karena aktivitas warganya lumpuh selepas petang hari akibat kegelapan masih membayangi beberapa titik jalan umum dan keramaian. Kegelapan jalan umum ini terlihat mulai dari sekitar makam raja Imogiri sehingga sepanjang jalur selatan menuju Dlingo dan perbatasan Gunungkidul sekitar hampir 15 kilometer. Padahal sepanjang jalan lintas selatan Bantul ini tercatat ada tiga desa yakni Desa Mangunan, Dlingo dan Temuwuh.

Jalan utama Dlingo-Imogiri ini menjadi akses utama warga menuju pusat perkotaan dan pemerintahan di Bantul. Satu-satunya jalan hanyalah Jalan Raya Dlingo-Imogiri yang paling cepat ditempuh tidak harus memutar melalui Putuk-Piyungan atau jalur utara. “Ya beginilah kondisinya malam dari dulu sampai sekarang selalu gelap. Tidak ada perubahan. Setelah magrib pasti aktivitas di sini lumpuh. Minim program penerangan jalan umum,” kata Agus warga Mangunjan Kecamatan Dlingo ditemui pada suatu malam belum lama ini.

Agus bersama beberapa pemuda lain setempat yang tengah menjalankan siskamling meyakini persoalan minimnya lampu sudah diketahui pihak desa atau kecamatan. “Mustinya mereka kalau bertemu bupati bisa minta. Kalau memang dinilai mengada-ada, Bupati dan dinas terkait silahkan datang cek lewat malam hari. Supaya tahu kondisi malam,” tambah pemuda lain dari Dusun Sukorame.

Warga lain di Dlingo menambahkan masalah penerangan jalan umum di sepanjang jalur Imogiri-Dlingo ini sudah setiap menjelang pemilu menjadi pembahasan masyarakat, pemkab hingga calon legislatif (celeg). Hanya, lima tahun lalu menjadi pembahasan dan kini mau pemilu lagi tidak ada penambahan lampu seperti pernah dijanjikan salah satu caleg dalam acara kampanye pemilu 2009 silam.

“Kalau sekarang ada caleg yang mau maju mewakili Kecamatan Dlingo tidak punya solusi sial kebutuhan penerangan jalan umum ini ya nggak akan berpengaruh pada kemajuan wilayah,” sentul Wahyono warga Desa Temuwuh ditemui terpisah enggan menyebutkan nama caleg yang dinilai menipu warga pada kampanye 2014 silam.

Kondisi jalan seperti ini membahayakan bagi setiap pengguna jalan. Terlebih jalan yang berkelok dan naik turun melewati hutan dan jurang perbukitan rawan juga beberapa kali memicu kecelakaan lalu lintas. Belum lama ini malah pengendara sepeda motor terjatuh akibat jarak pandang mengendarai sepeda motor terganggu. Menyusul kejadian tersebut, kendaraan bak terbuka pikap tanpa muatan barang juga nyaris terperosok jurang di komplek hutan Kaliurang akibat kehilangan kendali.

2 Melu Omong:

madu penyubur kandungan mengatakan...

setuju, pejabat sebaiknya tidak hanya menerima laporan dari bawahannya saja, tapi juga harus langsung terjun kemasyarakat secara langsung

Mas Koetot mengatakan...

Sebuah wacana menarik pak/ibu Madu Penyubur Kandungan..hanya saja sebagai masyarakat kita harus terus memberikan motofasi, dorongan, dan partisipasi aktif agar pemerinta juga tergerak untuk lebih dekat pada masyarakat..

Posting Komentar

Saksampunipun Maos Nyuwun dipon Unek-Unekken